25 Negara Barat Tekan Israel Akhiri Perang Gaza Sekarang, Zionis Masih Ngeyel

Selasa, 22 Juli 2025 - 07:32 WIB
loading...
A A A
“Penolakan pemerintah Israel atas bantuan kemanusiaan esensial bagi penduduk sipil tidak dapat diterima. Israel harus mematuhi kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional,” imbuh pernyataan negara-negara Barat tersebut, yang menyerukan Israel untuk “segera mencabut pembatasan aliran bantuan dan segera memungkinkan PBB dan LSM kemanusiaan untuk melakukan pekerjaan penyelamatan jiwa mereka dengan aman dan efektif.”

Komunike hari Senin tersebut ditandatangani oleh para menteri luar negeri Australia, Austria, Belgia, Kanada, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Islandia, Irlandia, Italia, Jepang, Latvia, Lituania, Luksemburg, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris, serta Komisioner Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis.

Komunike tersebut juga menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat para sandera yang ditawan Hamas sejak 7 Oktober 2023. "Gencatan senjata yang dinegosiasikan menawarkan harapan terbaik untuk membawa mereka pulang dan mengakhiri penderitaan keluarga mereka."

Namun, Israel menolak tekanan 25 negara Barat tersebut, dengan mengatakan bahwa pernyataan tersebut "mengirim pesan yang salah kepada Hamas."

Kementerian Luar Negeri Israel menulis dalam sebuah pernyataan: "Israel tidak terhubung dengan kenyataan dan mengirimkan pesan yang salah kepada Hamas."

"Semua pernyataan dan semua klaim harus ditujukan kepada satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas tidak tercapainya kesepakatan pembebasan sandera dan gencatan senjata: Hamas, yang memulai perang ini dan memperpanjangnya," papar kementerian tersebut, seperti dikutip Times of Israel, Selasa (22/7/2025).

"Kelompok teror tersebut telah dengan keras kepala menolak proposal gencatan senjata terbaru, yang disetujui Israel, menjalankan kampanye untuk menyebarkan kebohongan tentang Israel dan sengaja bertindak untuk meningkatkan ketegangan dan kerugian bagi warga sipil yang datang untuk menerima bantuan kemanusiaan," lanjut kementerian itu.

"Pernyataan tersebut gagal memfokuskan tekanan pada Hamas...Pada saat-saat sensitif dalam negosiasi yang sedang berlangsung ini, lebih baik menghindari pernyataan semacam ini," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Trump Kirim Delegasi...
Trump Kirim Delegasi ke Qatar, Iran: Tak Ada Negosiasi Apa pun dengan AS!
Rekomendasi
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved