Ribuan Dokter di AS Tak Diizinkan Bantu Tangani Pasien Covid-19

Minggu, 03 Mei 2020 - 23:59 WIB
loading...
Ribuan Dokter di AS...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Mohamed Khalif telah menjadi dokter selama enam tahun. Saat ini ia tinggal di negara bagian Washington dan mengaku siap untuk bergabung di garis depan pertarungan melawan Covid-19 di Amerika Serikat (AS). Tetapi, seperti ribuan profesional kesehatan yang menerima gelar medis mereka di luar negeri, ia sama sekali tidak diizinkan untuk menangani pasien Covid-19.

"Mereka semua duduk di rumah dan kami membawa pensiunan dokter dan pensiunan penyedia layanan kesehatan yang berisiko lebih tinggi terhadap Covid-19 untuk merawat pasien-pasien ini," kata Khalif, seperti dilansir Al Jazeera.

Khalif lahir di Somalia dan keluarganya datang ke AS sejak dia masih kecil. Ia berkeliling dunia bersama ayahnya dan belajar bahasa, mulai dari Somalia hingga Hindi dan Mandarin.

Setelah lulus dari sebuah perguruan tinggi kedokteran di China, ia bekerja sebagai dokter perawatan primer di Galdogob, sebuah kota kecil di Somalia. Lima tahun lalu, ia kembali ke AS dengan harapan bisa melakukan hal yang sama.

Meskipun telah lulus ujian dewan dan memiliki pengalaman, ia tidak mendapatkan izin tinggal tahun ini. Langkah terakhir dan sangat kompetitif sebelum menjadi terakreditasi untuk praktik kedokteran di AS.

Ini adalah langkah yang dimaksudkan untuk menciptakan konsistensi di antara para profesional medis AS dan keselamatan dalam sistem perawatan kesehatan AS. Tetapi, sifat residensi yang sangat kompetitif telah menghambat dokter terlatih asing selama bertahun-tahun, dan sekarang meninggalkan lulusan medis yang sangat terlatih duduk di rumah mereka, ketika AS menghadapi kekurangan dokter selama krisis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved