Drone Ukraina Serang Moskow, Rusia Balas Merudal Kyiv
Senin, 21 Juli 2025 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Militer Kyiv telah meningkatkan serangan drone jarak jauh secara signifikan selama seminggu terakhir, dengan Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan beberapa gelombang intersepsi drone setiap hari.
Dalam pembaruan terbarunya, yang dikutip Russia Today, kementerian tersebut mengatakan total 43 drone jatuh dalam waktu kurang dari empat jam antara pukul 20.00 hingga pukul 23.30 pada hari Minggu di wilayah Bryansk, Oryol, Kaluga, Belgorod, dan Moskow.
Pemerintah Rusia sebelumnya mengecam serangan semacam itu sebagai "serangan teroris", mengeklaim bahwa serangan tersebut sering kali menargetkan bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil.
Rusia dan Ukraina telah mengadakan dua putaran perundingan damai langsung di Istanbul dalam beberapa bulan terakhir, tetapi negosiasi tersebut terhenti pada bulan Juni setelah Kyiv menolak proposal perdamaian Moskow.
Ukraina kemudian menyatakan proses tersebut "sudah selesai" dan mengindikasikan bahwa mereka hanya berpartisipasi untuk menghindari kesan meremehkan inisiatif diplomatik Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim pada hari Sabtu bahwa laju negosiasi harus ditingkatkan, dan menawarkan untuk mengadakan putaran perundingan baru di Istanbul–setelah Moskow menuduhnya menunda-nunda dan mendesak Trump untuk menekan Kyiv.
Dalam pembaruan terbarunya, yang dikutip Russia Today, kementerian tersebut mengatakan total 43 drone jatuh dalam waktu kurang dari empat jam antara pukul 20.00 hingga pukul 23.30 pada hari Minggu di wilayah Bryansk, Oryol, Kaluga, Belgorod, dan Moskow.
Pemerintah Rusia sebelumnya mengecam serangan semacam itu sebagai "serangan teroris", mengeklaim bahwa serangan tersebut sering kali menargetkan bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil.
Rusia dan Ukraina telah mengadakan dua putaran perundingan damai langsung di Istanbul dalam beberapa bulan terakhir, tetapi negosiasi tersebut terhenti pada bulan Juni setelah Kyiv menolak proposal perdamaian Moskow.
Ukraina kemudian menyatakan proses tersebut "sudah selesai" dan mengindikasikan bahwa mereka hanya berpartisipasi untuk menghindari kesan meremehkan inisiatif diplomatik Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeklaim pada hari Sabtu bahwa laju negosiasi harus ditingkatkan, dan menawarkan untuk mengadakan putaran perundingan baru di Istanbul–setelah Moskow menuduhnya menunda-nunda dan mendesak Trump untuk menekan Kyiv.
(mas)
Lihat Juga :