7 Fakta Kenapa Tentara Israel juga Menembaki Gereja di Palestina?

Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:38 WIB
loading...
A A A
Serangan ini menjadi simbol kegagalan Israel dalam membedakan target militer dan warga sipil, yang menjadi dasar utama dalam hukum konflik bersenjata.

3. Serangan Tank ke Gereja (Juli 2025)


Pada 17 Juli 2025, peluru tank Israel menghantam kompleks Gereja Holy Family, menyebabkan tiga orang tewas dan lebih dari sepuluh lainnya luka-luka, termasuk Pastor Gabriel Romanelli.

Sebagian besar korban adalah lansia dan petugas kebersihan gereja. Serangan ini terjadi ketika gereja masih menjadi tempat perlindungan bagi ratusan orang yang kehilangan tempat tinggal.

Serangan ini terjadi di siang hari dan mengenai bagian belakang gereja yang digunakan sebagai ruang perawatan anak-anak disabilitas.

Militer Israel menyebut serangan ini sebagai “kecelakaan” akibat fragmen peluru yang menyasar lokasi terdekat dari posisi Hamas.

Namun, banyak yang meragukan penjelasan ini, karena posisi gereja sudah diketahui dan dilaporkan ke PBB serta organisasi kemanusiaan internasional.

Serangan ini kembali membuktikan bahwa meskipun tempat ibadah telah dilindungi oleh hukum internasional, dalam praktiknya tidak ada jaminan perlindungan dari kebrutalan militer Israel.

4. Doktrin Militer Israel dan Strategi Escalation Dominance


Israel secara terbuka mengadopsi doktrin militer yang dikenal sebagai Dahiya Doctrine, yang memungkinkan penggunaan kekuatan besar terhadap infrastruktur sipil sebagai cara untuk memberikan tekanan pada kelompok bersenjata seperti Hamas.

Dalam kerangka ini, kerusakan pada bangunan sipil—termasuk tempat ibadah—bukan dianggap sebagai kegagalan, tetapi sebagai alat tekanan psikologis dan moral terhadap masyarakat Gaza.

Strategi ini digunakan untuk membuat masyarakat sipil menekan kepemimpinan Hamas agar menghentikan perlawanan.

Dengan dalih Hamas beroperasi di wilayah sipil, militer Israel menjustifikasi serangan terhadap fasilitas sipil yang "berdekatan" atau "berpotensi digunakan" Hamas.

Namun pendekatan ini sangat dikritik oleh lembaga HAM internasional karena membaurkan batas antara target militer dan warga sipil.

Gereja, dalam konteks ini, bisa menjadi korban dari pendekatan militer Israel yang sangat brutal dan mengedepankan penghancuran total tanpa evaluasi proporsional.

5. Kompleksitas Perang Asimetris di Gaza


Salah satu alasan yang sering dikemukakan Israel adalah Hamas menempatkan infrastruktur militer di dekat sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah.

Dalam situasi perang asimetris seperti di Gaza, pihak non-negara seperti Hamas tidak memiliki markas militer konvensional, sehingga bergerak di antara populasi sipil.

Israel sering menyatakan mereka hanya menyerang target yang diketahui digunakan oleh pejuang, namun pada kenyataannya sulit membedakan antara warga sipil dan pejuang, terutama di lingkungan padat penduduk seperti Gaza.

Namun, tetap menjadi kewajiban hukum Israel sebagai pihak dengan kekuatan militer dominan untuk memastikan serangan mereka tidak mengenai objek sipil yang dilindungi.

Ketika Israel menyerang dekat tempat ibadah tanpa bukti kuat bahwa tempat tersebut digunakan untuk aktivitas militer, maka tindakan tersebut tetap dianggap melanggar hukum internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Ruben Onsu Desak KPAI...
Ruben Onsu Desak KPAI Prioritaskan Dugaan Eksploitasi Anak, Bukan Isu Nafkah
Berita Terkini
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved