3 Keuntungan Besar AS setelah Negosiasi Tarif Trump-Prabowo

Jum'at, 18 Juli 2025 - 14:40 WIB
loading...
A A A
♦Masih mendapat proteksi terhadap produk dari Indonesia, seperti tekstil, karet, alas kaki, dan furnitur—sektor-sektor yang selama ini menggerus industri dalam negeri AS.
♦Pemasukan bea masuk dari barang Indonesia meningkat, memberikan tambahan anggaran tanpa mengorbankan dominasi ekspor AS.

Meskipun terlihat “kompromistis", penetapan tarif 19% sebenarnya strategi cerdas Trump. Dia menghindari kenaikan ekstrem yang bisa memicu perang dagang, namun tetap menekan Indonesia dan melindungi sektor manufaktur AS dari kompetitor biaya rendah.


3. Keuntungan Geopolitik AS: Jakarta Didekati, Beijing Dijauhi


Sebagai imbal balik atas pembebasan tarif, AS memberikan kelonggaran dalam bentuk kerja sama strategis Indo-Pasifik.

Indonesia menyetujui kerja sama maritim dan pertahanan dengan AS, termasuk peningkatan latihan militer gabungan, pembelian sistem radar dan siber buatan Lockheed Martin dan Raytheon, serta komitmen netral terhadap konflik Laut China Selatan.

Keuntungannya bagi AS:

♦Mengikis pengaruh ekonomi dan militer China di kawasan Asia Tenggara, terutama di Indonesia yang selama ini menjaga keseimbangan antara Beijing dan Washington.
♦Mendorong formasi blok demokrasi pasar bebas di Asia sebagai tandingan inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) China.

Trump memanfaatkan diplomasi tarif sebagai instrumen geopolitik. Dia tak hanya memperoleh keunggulan dagang, tetapi juga menggiring Indonesia lebih dekat ke poros AS. Langkah ini memperkuat posisi Amerika dalam rivalitas global menghadapi China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Raih 3 Sertifikasi ISO,...
Raih 3 Sertifikasi ISO, Wavin Tegaskan Standar Global untuk Kualitas, Keberlanjutan, dan K3
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Berita Terkini
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved