Abbas Tuntut Hamas Serahkan Gaza kepadanya Jika Perang Melawan Israel Berakhir
Selasa, 15 Juli 2025 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Proposal yang sedang berlangsung tersebut mencakup gencatan senjata selama 60 hari yang akan mencakup pembebasan bertahap para sandera di Gaza, penarikan pasukan Israel dari wilayah-wilayah tertentu di enklave pesisir tersebut, dan dimulainya kembali negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Gaza untuk selamanya.
Namun, negosiasi terhenti karena penolakan Israel untuk menjamin penarikan penuh dari wilayah yang dilanda perang tersebut serta diakhirinya perang, yang telah berlangsung selama lebih dari 21 bulan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dituduh sengaja mengulur-ulur negosiasi dan memperpanjang perang, meskipun tiga dari empat warga Israel mendukung perjanjian dengan Hamas yang akan membebaskan semua tawanan sekaligus dengan imbalan diakhirinya serangan militer, menurut jajak pendapat yang disiarkan pada hari Jumat di Channel 12 Israel.
Sementara itu, usulan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk membangun pusat interniran di Rafah, yang secara luas dianggap sebagai kamp konsentrasi, bagi warga Palestina di Gaza dilaporkan telah ditolak oleh Netanyahu dalam rapat kabinet yang menegangkan pada hari Minggu.
Netanyahu dilaporkan menuntut alternatif atas usulan tersebut menyusul dugaan keberatan dari militer Israel terhadap kamp tersebut, menurut laporan media lokal.
Usulan kamp konsentrasi Katz dipandang oleh banyak orang sebagai upaya untuk membersihkan Jalur Gaza dari penduduk Palestina.
Namun, negosiasi terhenti karena penolakan Israel untuk menjamin penarikan penuh dari wilayah yang dilanda perang tersebut serta diakhirinya perang, yang telah berlangsung selama lebih dari 21 bulan.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dituduh sengaja mengulur-ulur negosiasi dan memperpanjang perang, meskipun tiga dari empat warga Israel mendukung perjanjian dengan Hamas yang akan membebaskan semua tawanan sekaligus dengan imbalan diakhirinya serangan militer, menurut jajak pendapat yang disiarkan pada hari Jumat di Channel 12 Israel.
Sementara itu, usulan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, untuk membangun pusat interniran di Rafah, yang secara luas dianggap sebagai kamp konsentrasi, bagi warga Palestina di Gaza dilaporkan telah ditolak oleh Netanyahu dalam rapat kabinet yang menegangkan pada hari Minggu.
Netanyahu dilaporkan menuntut alternatif atas usulan tersebut menyusul dugaan keberatan dari militer Israel terhadap kamp tersebut, menurut laporan media lokal.
Usulan kamp konsentrasi Katz dipandang oleh banyak orang sebagai upaya untuk membersihkan Jalur Gaza dari penduduk Palestina.
(mas)
Lihat Juga :