Hamas: Warisan Mimpi Buruk Mohammad Deif Hantui Para Penjahat Perang Israel

Senin, 14 Juli 2025 - 18:20 WIB
loading...
Hamas: Warisan Mimpi...
Mohammad Deif akan selalu jadi mimpi buruk bagi Israel. Foto/X/@iamBrianBJ
A A A
GAZA - Gerakan perlawanan Palestina , Hamas, mengatakan warisan komandan yang terbunuh, Mohammad Deif, akan terus menghantui penjahat perang Israel seperti "mimpi buruk".

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada peringatan pertama kemartiran Deif, Abu Obeida, juru bicara sayap bersenjata Hamas, mengatakan bahwa mantan komandan umum Brigade Al-Qassam akan tetap, seperti para pemimpin besar lainnya, "menjadi mercusuar bagi seluruh rakyat merdeka di dunia."

"Satu tahun telah berlalu sejak kemartiran pemimpin besar bangsa, Komandan Mohammad Deif, yang memimpin — bersama saudara-saudaranya — Operasi Banjir Al-Aqsa, memberikan pukulan terkeras dalam sejarah musuh Zionis," ujarnya, dilansir Press TV.

Pada 7 Oktober 2023, Hamas melancarkan Operasi Banjir Al-Aqsa yang mengejutkan terhadap entitas Zionis tersebut sebagai tanggapan atas kampanye pertumpahan darah rezim tersebut selama puluhan tahun terhadap warga Palestina.

Serangan tersebut, kata Abu Obeida, "menghancurkan pencegahan Zionis untuk selamanya, menyatukan energi umat, dan mengarahkan kompasnya ke Palestina, membawa perjuangan Palestina kembali ke garis depan."

Menurut Abu Obeida, saat ini mereka yang mencintai Deif di seluruh dunia "terus menapaki jalannya, menimbulkan kerugian strategis setiap hari pada pendudukan."

Baca Juga: Presiden Ini Sudah Berusia 80 Tahun, tapi Ingin Perpanjang Kekuasaannya hingga 40 Tahun Lagi

"Kehadirannya akan tetap menjadi mimpi buruk yang menghantui para penjahat perang dan pencuri, yang tidak akan pernah menikmati kedamaian di tanah Palestina — karena Deif dan saudara-saudaranya telah menulis bab terakhir dalam buku pembebasan Palestina dengan darah mereka," tambahnya.

Deif adalah dalang di balik pengembangan jaringan terowongan Gaza dan arsitek operasi Banjir Al-Aqsa.

Rezim Israel mencoba membunuhnya lebih dari tujuh kali tetapi gagal. Dalam salah satu upaya pembunuhan tersebut, rezim membunuh keluarganya, menghancurkan rumahnya, dan melukainya dengan parah.

Pada 30 Januari 2025, Abu Obeida mengumumkan dalam sebuah pidato pembunuhan Deif di Jalur Gaza selatan, beberapa bulan setelah ia mati syahid.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Bagaimana Presiden FIFA...
Bagaimana Presiden FIFA Keliling 4 Zona Waktu Setiap Hari Selama Piala Dunia 2026?
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved