Israel Siapkan Rafah Jadi Kamp Pengungsian Paksa, Berikut 4 Faktanya
Senin, 14 Juli 2025 - 02:10 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menekankan bahwa rencana tersebut tidak akan dijalankan oleh tentara Israel, melainkan oleh badan-badan internasional, tanpa menyebutkan organisasi mana yang akan melaksanakannya.
Baca Juga: Dokter AS Tuding Sniper Israel Sengaja Tembaki Anak-anak Palestina
"Ini secara de facto akan menciptakan kamp konsentrasi besar-besaran di perbatasan dengan Mesir bagi warga Palestina, yang terusir dari generasi ke generasi," ujarnya, seraya menambahkan bahwa hal itu akan "menghilangkan prospek masa depan yang lebih baik bagi warga Palestina di tanah air mereka".
Komentator politik Israel, Ori Goldberg, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rencana itu "pada dasarnya adalah kamp konsentrasi" bagi warga Palestina di Gaza selatan, yang berarti Israel melakukan "kejahatan nyata terhadap kemanusiaan menurut hukum humaniter internasional".
"Ini harus ditanggapi dengan sangat serius," katanya, dan mempertanyakan kelayakan tugas "memusatkan penduduk Palestina di kota yang terkunci di mana mereka akan diizinkan masuk tetapi tidak diizinkan keluar".
Satu poin penting yang masih diperdebatkan adalah kendali Israel atas Koridor Morag, tepat di utara Rafah, yang akan memungkinkan Israel untuk mengendalikan dan mengisolasi Rafah, sehingga memudahkan pelaksanaan rencana pengusiran massal.
Baca Juga: Dokter AS Tuding Sniper Israel Sengaja Tembaki Anak-anak Palestina
2. Palestina Tak Memiliki Masa Depan
Philippe Lazzarini, kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) – yang telah dilarang oleh Israel – memperingatkan terhadap rencana pemindahan paksa massal terbaru tersebut."Ini secara de facto akan menciptakan kamp konsentrasi besar-besaran di perbatasan dengan Mesir bagi warga Palestina, yang terusir dari generasi ke generasi," ujarnya, seraya menambahkan bahwa hal itu akan "menghilangkan prospek masa depan yang lebih baik bagi warga Palestina di tanah air mereka".
Komentator politik Israel, Ori Goldberg, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rencana itu "pada dasarnya adalah kamp konsentrasi" bagi warga Palestina di Gaza selatan, yang berarti Israel melakukan "kejahatan nyata terhadap kemanusiaan menurut hukum humaniter internasional".
"Ini harus ditanggapi dengan sangat serius," katanya, dan mempertanyakan kelayakan tugas "memusatkan penduduk Palestina di kota yang terkunci di mana mereka akan diizinkan masuk tetapi tidak diizinkan keluar".
3. Pembersihan Etnis Makin Nyata
Analis Israel-Inggris, Daniel Levy, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Israel bermaksud menggunakan Rafah "sebagai pos persinggahan untuk membersihkan secara etnis dan secara fisik mengusir sebanyak mungkin warga Palestina dari wilayah tersebut".Satu poin penting yang masih diperdebatkan adalah kendali Israel atas Koridor Morag, tepat di utara Rafah, yang akan memungkinkan Israel untuk mengendalikan dan mengisolasi Rafah, sehingga memudahkan pelaksanaan rencana pengusiran massal.
Lihat Juga :