Bagaimana Arah Politik Thailand setelah Upaya Pemakzulan PM Paetongtarn?

Minggu, 13 Juli 2025 - 04:55 WIB
loading...
Bagaimana Arah Politik...
Paetongtarn Shinawatra terancam dimakzulkan karena skandal Paman. Foto/X/@roserosie_2313
A A A
BANGKOK - Badai politik sedang melanda Thailand setelah penangguhan dramatis Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra awal bulan ini, mengguncang kepemimpinan negara dan memberikan pukulan telak bagi dinasti politik Shinawatra yang berkuasa.

Ia adalah perdana menteri kedua yang lengser sejak pemilihan umum 2023. Agustus lalu, mantan Perdana Menteri Srettha Thavisin dicopot setelah pengadilan memutuskan ia melanggar konstitusi atas penunjukan politik.

Melansir Anadolu, penangguhan Paetongtarn menyusul bocornya percakapan telepon antara dirinya dan mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, di mana ia tampak mengkritik seorang komandan tinggi militer Thailand. Percakapan telepon tersebut, yang dimaksudkan untuk meredakan ketegangan terkait sengketa perbatasan Thailand-Kamboja yang telah lama terjadi, justru memicu kemarahan publik.

Bagaimana Arah Politik Thailand setelah Upaya Pemakzulan PM Paetongtarn?

1. Risiko Politik Jangka Pendek

Akibatnya, 36 senator mengajukan pengaduan pelanggaran etika ke Mahkamah Konstitusi, yang kemudian memberhentikannya dari jabatan atas tuduhan pelanggaran dan ketidakjujuran. Menteri Dalam Negeri Phumtham Wechayachai diangkat sebagai pelaksana tugas perdana menteri.

“Penangguhan Paetongtarn dari jabatan perdana menteri oleh Mahkamah Konstitusi secara signifikan meningkatkan risiko politik dan kinerja kebijakan Thailand,” ujar Thitinan Pongsudhirak, profesor ilmu politik dan hubungan internasional di Universitas Chulalongkorn, kepada Anadolu.

Ia mengatakan skandal itu "menjadi krisis besar" setelah panggilan telepon yang bocor itu menunjukkan bahwa perdana menteri Thailand telah "mengkompromikan posisinya dengan tunduk kepada" Hun Sen.

Baca Juga: Ini Penyebab Utama Kecelakaan Pesawat Air India

2. Pengkhianatan dalam Politik Thailand

Percakapan yang bocor itu muncul hanya beberapa minggu setelah pasukan Thailand dan Kamboja saling tembak pada 28 Mei di sepanjang perbatasan yang disengketakan, yang mengakibatkan tewasnya seorang tentara Kamboja. Bentrokan itu kembali memicu ketegangan yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Menurut Wanwichit Boonprong, pakar ilmu politik Thailand yang berbasis di Pathum Thani, "panggilan telepon itu telah membuat sebagian besar warga Thailand tidak senang, menuduhnya melakukan pengkhianatan, sehingga merugikan Thailand dalam negosiasi dengan Kamboja."

3. Mengulang Pola yang Sama

Matthew Wheeler, analis senior dari International Crisis Group, mencatat bahwa kasus ini mencerminkan pola yang berulang dalam politik Thailand.

"Sejak 2006, setiap pemerintahan telah berpihak pada ayah Paetongtarn, Thaksin Shinawatra, atau berpihak pada militer dan kelompok royalis," ujarnya. “Kelima perdana menteri yang berpihak pada Thaksin, hingga Thaksin sendiri pada tahun 2006, telah digulingkan melalui kudeta atau pengadilan.”

Thaksin Shinawatra, seorang taipan telekomunikasi miliarder, menjabat sebagai perdana menteri dari tahun 2001 hingga ia digulingkan dalam kudeta tahun 2006. Setelah menghabiskan lebih dari satu dekade di pengasingan untuk menghindari tuntutan pidana, ia kembali ke Thailand pada tahun 2023.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
AS Rilis Paspor Edisi...
AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Berita Terkini
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved