AS Jatuhkan Sanksi kepada Pakar PBB yang Ungkap Genosida Israel di Gaza

Kamis, 10 Juli 2025 - 13:02 WIB
loading...
AS Jatuhkan Sanksi kepada...
AS jatuhkan sanksi kepada Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB yang ungkap genosida Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza. Foto/AAP/Lukas Coch
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi kepada Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki Israel. Albanese, yang dikenal sebagai pengacara hak asasi manusia (HAM), telah berulang kali menyebut kampanye militer Israel di Gaza sebagai "genosida".

Dia juga mendukung surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Rabu mengumumkan bahwa Washington menjatuhkan sanksi kepada Francesca Albanese.

Baca Juga: Negara-negara Arab Dikecam karena Tak Berani Melawan Israel dalam Pembersihan Etnis Palestina di Tepi Barat

“Hari ini saya menjatuhkan sanksi kepada Pelapor Khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Francesca Albanese, atas upayanya yang tidak sah dan memalukan untuk mendorong (Pengadilan Kriminal Internasional) mengambil tindakan terhadap pejabat, perusahaan, dan eksekutif AS dan Israel,” tulis Rubio di media sosial, yang dikutip AFP, Kamis (10/7/2025).

Dalam pernyataan selanjutnya, Rubio mengecam kritik keras pakar PBB tersebut terhadap Amerika Serikat dan mengatakan bahwa Albanese merekomendasikan kepada ICC agar dikeluarkan surat perintah penangkapan yang menargetkan Netanyahu.

Rubio juga menyerangnya atas apa yang dia sebut "aktivitas yang bias dan jahat", dan menuduhnya telah "menyebarkan antisemitisme tanpa malu-malu (dan) mendukung terorisme."

Menurut Rubio, Albanese meningkatkan kebenciannya terhadap Amerika Serikat dengan menulis "surat ancaman" kepada beberapa perusahaan AS, melontarkan apa yang disebut Rubio sebagai tuduhan tak berdasar, dan merekomendasikan ICC untuk menuntut perusahaan-perusahaan tersebut dan para eksekutifnya.

"Kami tidak akan menoleransi kampanye perang politik dan ekonomi ini, yang mengancam kepentingan dan kedaulatan nasional kami," kata Rubio.

Meskipun Albanese ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dia tidak berbicara atas nama PBB.

Pakar kelahiran Italia ini merilis laporan awal bulan ini yang mengecam perusahaan-perusahaan yang menurutnya "mendapat keuntungan dari ekonomi Israel yang diakibatkan oleh pendudukan ilegal, apartheid, dan kini genosida" di wilayah Palestina yang diduduki.

Laporan tersebut memicu respons keras dari Israel, sementara beberapa perusahaan yang disebutkan juga mengajukan keberatan.

Albanese telah melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan Israel di Gaza, dan terhadap Presiden AS Donald Trump, khususnya rencana yang diumumkannya pada bulan Februari untuk mengambil alih Jalur Gaza dan memukimkan kembali penduduknya di tempat lain.

Proposal Trump tersebut ditolak oleh Palestina, para pemimpin Timur Tengah, dan PBB.

Albanese menepisnya sebagai "omong kosong belaka" dan "kejahatan internasional" yang akan menimbulkan kepanikan.

"Ini melanggar hukum, tidak bermoral, dan... sama sekali tidak bertanggung jawab karena akan memperburuk krisis regional," ujarnya pada 5 Februari saat berkunjung ke Kopenhagen.

Sekutu AS, Israel, pada hari Rabu memuji tindakan Rubio terhadap Albanese.

"Albanese secara konsisten telah merusak kredibilitas Dewan Hak Asasi Manusia PBB dengan mempromosikan narasi palsu dan mendorong tindakan hukum yang tidak sah yang mengabaikan realitas di lapangan," kata Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Tinjau Teknologi Tanam...
Tinjau Teknologi Tanam PM-AAS, Presiden Prabowo Sebut Inovasi Pertanian Revolusioner
Aldi Taher Ungkap Rahasia...
Aldi Taher Ungkap Rahasia Rezeki Lancar, Kuncinya Muliakan Ibu dan Rajin Salat
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Berita Terkini
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Jepang Sangkal Militernya...
Jepang Sangkal Militernya Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk China
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved