Terungkap, Rahasia Ibu Kim Jong-un: Putri dari Penyelundup Jepang yang Kabur ke Korut
Kamis, 10 Juli 2025 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
Ko Yong-hui dibesarkan di Jepang sebagai bagian dari minoritas Korea di negara tersebut, dan pada tahun 1962, keluarganya pindah—laporan lain menyebutnya melarikan diri—ke Korea Utara sebagai bagian dari program repatriasi.
Pada awal 1970-an, Ko Yong-hui tampil sebagai penari di Mansudae Art Troupe—sebuah kelompok musisi populer yang dikenal dengan pertunjukan propaganda yang mengagungkan negara dan para pemimpinnya.
Tidak diketahui kapan dia bertemu dengan Kim Jong-il, tetapi diyakini dia bertemu dengannya pada awal 1970-an, dan melahirkan tiga anak pada 1980-an, termasuk Kim Jong-un.
Meskipun sebagian besar sumber menggambarkannya sebagai simpanan Kim Jong-il, beberapa sumber menduga dia mungkin istri ketiga. Namun, pemerintah tidak pernah mengakui pernikahan mereka.
Menurut sistem kasta songbun Korea Utara, Ko Yong-hui akan berada di kasta terendah karena dia lahir di Jepang, pekerjaan ayahnya mendukung upaya perang Jepang, dan pekerjaannya sebagai penari—yang akan mencoreng citra Kim Jong-un.
Latar belakang Ko Yong-hui tidak sepenuhnya sesuai dengan mitos pendirian negara Korea Utara bahwa para pemimpinnya adalah keturunan dari apa yang disebut Garis Paektu, yang dinamai berdasarkan gunung tertinggi di semenanjung Korea, yang merupakan latar dari banyak mitos pendirian negara Korea Utara, termasuk kisah Dinasti Kim.
Pada awal 1970-an, Ko Yong-hui tampil sebagai penari di Mansudae Art Troupe—sebuah kelompok musisi populer yang dikenal dengan pertunjukan propaganda yang mengagungkan negara dan para pemimpinnya.
Tidak diketahui kapan dia bertemu dengan Kim Jong-il, tetapi diyakini dia bertemu dengannya pada awal 1970-an, dan melahirkan tiga anak pada 1980-an, termasuk Kim Jong-un.
Meskipun sebagian besar sumber menggambarkannya sebagai simpanan Kim Jong-il, beberapa sumber menduga dia mungkin istri ketiga. Namun, pemerintah tidak pernah mengakui pernikahan mereka.
Menurut sistem kasta songbun Korea Utara, Ko Yong-hui akan berada di kasta terendah karena dia lahir di Jepang, pekerjaan ayahnya mendukung upaya perang Jepang, dan pekerjaannya sebagai penari—yang akan mencoreng citra Kim Jong-un.
Latar belakang Ko Yong-hui tidak sepenuhnya sesuai dengan mitos pendirian negara Korea Utara bahwa para pemimpinnya adalah keturunan dari apa yang disebut Garis Paektu, yang dinamai berdasarkan gunung tertinggi di semenanjung Korea, yang merupakan latar dari banyak mitos pendirian negara Korea Utara, termasuk kisah Dinasti Kim.
(mas)
Lihat Juga :