Rekaman Donald Trump Bocor: 'Saya Akan Mengebom Habis-habisan Moskow!'
Kamis, 10 Juli 2025 - 06:58 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump, dalam rekaman audio yang bocor, pernah mengancam akan mengebom habis-habisan Ibu Kota Rusia, Moskow. Foto/Screenshot video USA Today
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ternyata pernah mengancam akan mengebom habis-habisan Ibu Kota Rusia, Moskow. Itu terungkap dari rekaman audio-nya yang bocor ke publik.
Menurut rekaman suara tersebut, Trump akan mengebom Moskow jika Rusia menginvasi Ukraina selama masa jabatan pertamanya.
"Dengan Putin saya berkata: 'Jika Anda pergi ke Ukraina, saya akan mengebom habis-habisan Moskow. Saya katakan kepada Anda bahwa saya tidak punya pilihan'," kata Trump kepada sekelompok donatur sebelum pemilihan presiden tahun lalu.
Baca Juga: Pakar: Rusia Serang NATO Bersamaan dengan China Invasi Taiwan Masuk Akal
"Lalu [Putin] berkata, seperti, 'Saya tidak percaya Anda'. Tapi dia 100 persen percaya pada saya," lanjut Trump, menurut rekaman audio tersebut, seperti dikutip dari The Telegraph, Kamis (10/7/2025).
Presiden AS itu kemudian mengeklaim bahwa dia mengeluarkan ancaman serupa kepada Presiden China Xi Jinping terkait potensi invasi China terhadap Taiwan, dengan mengatakan bahwa dia akan mengebom Beijing sebagai balasannya.
"Dia pikir saya gila," kata Trump tentang Xi Jinping, sebelum menambahkan, "kami tidak pernah punya masalah."
Trump melontarkan ancaman tersebut dalam serangkaian penggalangan dana saat dia berkampanye untuk pemilihan kembali tahun lalu. Rekaman audio yang bocor dipublikasikan oleh CNN setelah diperoleh oleh para penulis buku yang akan terbit yang mengisahkan kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan.
Komentar tersebut menggemakan klaim yang telah berulang kali dilontarkan Trump di depan umum, termasuk bahwa dia mencegah perang dimulai selama masa jabatan pertamanya dan akan melakukannya seandainya dia memenangkan pemilu 2020.
"Jika saya presiden, perang ini tidak akan pernah terjadi," klaimnya beberapa kali, termasuk pada KTT G7 di Kanada bulan lalu.
Pada bulan Oktober tahun lalu, dia mengatakan telah memperingatkan Putin untuk tidak menginvasi Ukraina.
Berbicara kepada Wall Street Journal, dia mengklaim telah berkata: "'Saya akan menyerang Anda tepat di tengah-tengah Moskow sialan ini'. Saya berkata, 'Kita berteman. Saya tidak ingin melakukannya, tetapi saya tidak punya pilihan'. Dia menjawab, 'Tidak mungkin'. Saya berkata, 'Tentu'."
Namun, Trump semakin frustrasi karena upayanya untuk mengakhiri perang di Ukraina dan Gaza tampaknya terhenti.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan Gedung Putih pada hari Selasa tanpa mengumumkan bahwa gencatan senjata di Gaza telah tercapai.
Presiden AS juga melontarkan omelan pedas lainnya terhadap Putin pada hari Selasa, menuduh pemimpin Rusia itu "melempar omong kosong" kepadanya dalam diskusi mereka tentang perang di Ukraina.
Dia mengatakan kata-kata Putin "tidak berarti" saat dia meningkatkan retorikanya terhadap pemimpin Rusia tersebut menyusul serangkaian serangan besar-besaran di kota-kota Ukraina.
"Saya tidak senang dengan Putin, saya bisa memberi tahu Anda sebanyak itu sekarang, karena dia membunuh banyak orang," kata Trump dalam rapat kabinet pada hari Selasa.
"Kami menerima banyak omong kosong yang dilontarkan Putin kepada kami. Kami ingin tahu yang sebenarnya. Dia selalu sangat baik, tetapi ternyata tidak berarti," paparnya.
Trump juga menyatakan bahwa dia terbuka untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow setelah Senat mengajukan rancangan undang-undang yang mengusulkan sanksi tambahan. Ketika ditanya tentang rancangan undang-undang tersebut, dia berkata: "Saya sedang mempertimbangkannya dengan sangat serius."
Menurut rekaman suara tersebut, Trump akan mengebom Moskow jika Rusia menginvasi Ukraina selama masa jabatan pertamanya.
"Dengan Putin saya berkata: 'Jika Anda pergi ke Ukraina, saya akan mengebom habis-habisan Moskow. Saya katakan kepada Anda bahwa saya tidak punya pilihan'," kata Trump kepada sekelompok donatur sebelum pemilihan presiden tahun lalu.
Baca Juga: Pakar: Rusia Serang NATO Bersamaan dengan China Invasi Taiwan Masuk Akal
"Lalu [Putin] berkata, seperti, 'Saya tidak percaya Anda'. Tapi dia 100 persen percaya pada saya," lanjut Trump, menurut rekaman audio tersebut, seperti dikutip dari The Telegraph, Kamis (10/7/2025).
Presiden AS itu kemudian mengeklaim bahwa dia mengeluarkan ancaman serupa kepada Presiden China Xi Jinping terkait potensi invasi China terhadap Taiwan, dengan mengatakan bahwa dia akan mengebom Beijing sebagai balasannya.
"Dia pikir saya gila," kata Trump tentang Xi Jinping, sebelum menambahkan, "kami tidak pernah punya masalah."
Trump melontarkan ancaman tersebut dalam serangkaian penggalangan dana saat dia berkampanye untuk pemilihan kembali tahun lalu. Rekaman audio yang bocor dipublikasikan oleh CNN setelah diperoleh oleh para penulis buku yang akan terbit yang mengisahkan kembalinya Trump ke tampuk kekuasaan.
Komentar tersebut menggemakan klaim yang telah berulang kali dilontarkan Trump di depan umum, termasuk bahwa dia mencegah perang dimulai selama masa jabatan pertamanya dan akan melakukannya seandainya dia memenangkan pemilu 2020.
"Jika saya presiden, perang ini tidak akan pernah terjadi," klaimnya beberapa kali, termasuk pada KTT G7 di Kanada bulan lalu.
Pada bulan Oktober tahun lalu, dia mengatakan telah memperingatkan Putin untuk tidak menginvasi Ukraina.
Berbicara kepada Wall Street Journal, dia mengklaim telah berkata: "'Saya akan menyerang Anda tepat di tengah-tengah Moskow sialan ini'. Saya berkata, 'Kita berteman. Saya tidak ingin melakukannya, tetapi saya tidak punya pilihan'. Dia menjawab, 'Tidak mungkin'. Saya berkata, 'Tentu'."
Namun, Trump semakin frustrasi karena upayanya untuk mengakhiri perang di Ukraina dan Gaza tampaknya terhenti.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meninggalkan Gedung Putih pada hari Selasa tanpa mengumumkan bahwa gencatan senjata di Gaza telah tercapai.
Presiden AS juga melontarkan omelan pedas lainnya terhadap Putin pada hari Selasa, menuduh pemimpin Rusia itu "melempar omong kosong" kepadanya dalam diskusi mereka tentang perang di Ukraina.
Dia mengatakan kata-kata Putin "tidak berarti" saat dia meningkatkan retorikanya terhadap pemimpin Rusia tersebut menyusul serangkaian serangan besar-besaran di kota-kota Ukraina.
"Saya tidak senang dengan Putin, saya bisa memberi tahu Anda sebanyak itu sekarang, karena dia membunuh banyak orang," kata Trump dalam rapat kabinet pada hari Selasa.
"Kami menerima banyak omong kosong yang dilontarkan Putin kepada kami. Kami ingin tahu yang sebenarnya. Dia selalu sangat baik, tetapi ternyata tidak berarti," paparnya.
Trump juga menyatakan bahwa dia terbuka untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Moskow setelah Senat mengajukan rancangan undang-undang yang mengusulkan sanksi tambahan. Ketika ditanya tentang rancangan undang-undang tersebut, dia berkata: "Saya sedang mempertimbangkannya dengan sangat serius."
(mas)
Lihat Juga :