Pakar: Rusia Serang NATO Bersamaan dengan China Invasi Taiwan Masuk Akal

Selasa, 08 Juli 2025 - 11:06 WIB
loading...
Pakar: Rusia Serang...
Para pakar sependapat dengan skenario Rusia akan menyerang NATO bersamaan dengan China menginvasi Taiwan. Foto/Sputnik
A A A
KYIV - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte telah memaparkan skenario perang besar, di mana Rusia akan menyerang Sekutu bersamaan dengan China menginvasi Taiwan. Para pakar mengatakan skenario tersebut masuk akal.

"Jika [Presiden China] Xi Jinping akan menyerang Taiwan, pertama-tama dia akan memastikan bahwa dia menelepon mitranya yang sangat junior dalam semua ini, [Presiden Rusia] Vladimir Vladimirovich Putin...dan mengatakan kepadanya, 'Hei, saya akan melakukan ini, dan saya membutuhkan Anda untuk membuat mereka sibuk di Eropa dengan menyerang wilayah NATO'," kata Rutte dalam wawancara 5 Juli dengan New York Times.

Skenario seperti itu pada dasarnya akan menjadi perang global antara negara adikuasa nuklir, namun banyak pakar setuju bahwa skenario ini tidak terlalu jauh dari kenyataan.

Baca Juga: Sekjen NATO Sarankan China Minta Rusia Serang Eropa, Kremlin Merespons dengan Bercanda

Beijing dan Moskow telah mempererat aliansi mereka yang bertujuan untuk melengserkan Amerika Serikat (AS) sebagai negara adikuasa global, sebuah kerja sama yang paling kentara dalam bentuk dukungan China terhadap perang Rusia melawan Ukraina.

Sementara itu, NATO terus bergulat dengan perang di Ukraina dan perpecahan internal yang ditimbulkan oleh kepresidenan Donald Trump. China akan diuntungkan dengan mengobarkan kekacauan ini, memastikan perhatian aliansi itu tetap terbagi sementara Beijing mengejar ambisi teritorialnya sendiri.

"Jika China memutuskan bahwa menggabungkan Taiwan ke China dengan paksa adalah satu-satunya pilihan mereka, mereka akan melakukan semua yang mereka bisa untuk memastikan baik Eropa maupun Amerika memiliki sebanyak mungkin tantangan yang tersebar untuk dihadapi," kata pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Darat Australia Mick Ryan kepada Kyiv Independent, Selasa (8/7/2025).

China dan Rusia Incar Perang 2 Front di Barat


Menurut laporan South China Morning Post, Menteri Luar Negeri China Wang Yi baru-baru ini memberi tahu diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, bahwa negaranya tidak mampu membiarkan Rusia kalah dalam perang melawan Ukraina, karena hal itu akan memungkinkan AS mengalihkan fokusnya ke Beijing.

"Pengakuan ini menggarisbawahi kepentingan strategis China dalam menguras sumber daya Barat di benua Eropa," kata Nataliya Butyrska, seorang pakar Asia Timur di New Europe Center di Kyiv, kepada Kyiv Independent.

Itu juga terbukti dalam dukungan China atas agresi Rusia terhadap Ukraina.

Kekuatan Asia tersebut telah menjadi sumber utama barang-barang dengan fungsi ganda yang memasok industri pertahanan Rusia dan telah membantu Moskow meredam dampak sanksi Barat.

Kyiv bahkan menuduh China secara langsung menyediakan senjata ke Rusia—tuduhan yang dibantah Beijing. Sedangkan beberapa warga negara China juga telah ditangkap saat bertempur mendukung pasukan Rusia di Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved