Partai Berkuasa di Spanyol Larang Pejabat Gunakan Uang Negara untuk Bayar PSK

Selasa, 08 Juli 2025 - 02:10 WIB
loading...
Partai Berkuasa di Spanyol...
Partai berkuasa di Spanyol larang pejabat gunakan uang negara untuk bayar PSK. Foto/X/@HRW_Brussels
A A A
BARCELONA - Partai Sosialis (PSOE) yang berkuasa di Spanyol telah melarang anggotanya membayar untuk seks dan memperingatkan bahwa pelanggaran dapat mengakibatkan pengusiran.

Keputusan tersebut, yang diumumkan oleh Perdana Menteri Pedro Sanchez, muncul sebagai respons atas skandal korupsi yang melibatkan pejabat senior partai dan tuduhan penggunaan dana publik untuk kegiatan terlarang, termasuk mempekerjakan pekerja seks.

Santos Cerdan, mantan sekretaris organisasi PSOE dan sekutu dekat Sanchez, diperintahkan untuk ditahan praperadilan tanpa jaminan oleh Mahkamah Agung Spanyol pada bulan Juni. Ia menghadapi dakwaan penyuapan, konspirasi kriminal, dan penyalahgunaan pengaruh terkait dugaan manipulasi kontrak publik senilai lebih dari €500 juta (USD585 juta).

Jaksa menduga Cerdan memainkan peran utama dalam mengatur skema tersebut, yang konon melibatkan penyaluran sedikitnya €5 juta sebagai suap di antara pejabat senior, termasuk mantan Menteri Transportasi Jose Luis Abalos dan ajudannya Koldo Garcia.

Penyelidikan telah mengungkap bahwa para pejabat tersebut diduga menggunakan dana publik tidak hanya untuk komisi terlarang tetapi juga untuk pengeluaran pribadi, termasuk pengadaan layanan seksual. Cerdan membantah melakukan kesalahan apa pun, dengan mengklaim bahwa ia menjadi sasaran "balas dendam politik".

Baca Juga: 3 Fakta Operasi Bendera Hitam yang Digelar Israel untuk Menyerang Yaman

Sebagai tanggapan, PSOE mengumumkan perombakan kepemimpinan dan aturan disiplin yang ketat. "Meminta, menerima, atau memperoleh tindakan seksual dengan imbalan uang" sekarang akan dihukum dengan "sanksi maksimum, pengusiran dari partai," kata partai tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Spanyol Panggil Dubes...
Spanyol Panggil Dubes Israel Terkait Pencegatan Armada Gaza
Sering Dikritik Spanyol,...
Sering Dikritik Spanyol, AS Ancam Tangguhkan Keanggotaan Negeri Matador di NATO
Investigasi Media: Gereja...
Investigasi Media: Gereja Katolik Spanyol Dilanda Pedofil, 3.084 Orang Jadi Korban
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
Tegang dengan AS, Negara...
Tegang dengan AS, Negara NATO Ini Merapat ke China
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Liburan Sekolah Makin...
Liburan Sekolah Makin Seru dengan Petualangan dan Aktivitas Keluarga
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
8 Negara Termurah di...
8 Negara Termurah di Dunia untuk Liburan Tahun 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved