3 Fakta Operasi Bendera Hitam yang Digelar Israel untuk Menyerang Yaman

Senin, 07 Juli 2025 - 15:30 WIB
loading...
3 Fakta Operasi Bendera...
Operasi Bendera Hitam yang digelar di Israel untuk menyerang Yaman. Foto/X/@Middle_Eastern0
A A A
TEL AVIV - Israel meluncurkan operasi pengeboman besar-besaran yang menargetkan infrastruktur utama di Yaman dengan nama Operasi Bendera Hitam. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menuduh "rezim" Houthi mengubah fungsi pelabuhan dan pembangkit listrik untuk keperluan militer.

Kampanye pengeboman terhadap salah satu negara termiskin di dunia, yang dijuluki Operasi Bendera Hitam, diumumkan Senin pagi oleh Menteri Pertahanan Israel Katz dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

3 Fakta Operasi Bendera Hitam yang Digelar Israel untuk Menyerang Yaman

1. Menarget Infrastruktur Pelabuhan Yaman

Serangan tersebut menargetkan infrastruktur di pelabuhan Yaman di Hodeidah, Ras Isa, dan Al-Salif, serta pembangkit listrik di Ras Katib. Ledakan keras dilaporkan terjadi di area sekitar lokasi yang menjadi target.

“Pelabuhan-pelabuhan ini digunakan oleh rezim Houthi untuk mentransfer senjata dari rezim Iran, yang digunakan untuk melakukan operasi teroris terhadap Negara Israel dan sekutunya,” klaim IDF, dilansir RT.

Operasi tersebut digambarkan sebagai respons langsung terhadap serangan pesawat nirawak dan rudal yang diluncurkan dari wilayah yang dikuasai Houthi ke Israel dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut IDF, salah satu target yang diserang di Ras Isa adalah Galaxy Leader, sebuah kapal komersial yang direbut oleh pasukan Houthi pada November 2023. IDF mengklaim bahwa para militan melengkapi kapal tersebut dengan sistem radar untuk memantau lalu lintas maritim di Laut Merah dan memfasilitasi serangan terhadap kapal-kapal komersial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah Bak Neraka: Iran Melawan AS, Arab Saudi Melawan Houthi Yaman
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Pentagon Rilis Lebih...
Pentagon Rilis Lebih Banyak Dokumen Terkait UFO, di Antaranya Laporan Militer
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Menginap di Hotel Ini...
Menginap di Hotel Ini Dapat Bonus Spa hingga Merchandise Eksklusif
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
Inpres Gajah Dinilai...
Inpres Gajah Dinilai Perkuat Perlindungan Habitat, Langkah Menhut Diapresiasi
Berita Terkini
Pesawat Kiamat Rusia...
Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
Infografis
Pertama Kali, Israel...
Pertama Kali, Israel Gunakan THAAD untuk Cegat Rudal dari Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved