Kyiv: Kim Jong-un Akan Kerahkan 30.000 Tentara Sokong Perang Rusia Melawan Ukraina
Kamis, 03 Juli 2025 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
Town mengatakan 10.000 hingga 20.000 tentara terdengar lebih realistis, dan bahwa Korea Utara mungkin akan mengerahkan pasukan secara bertahap. “Ada rumor bahwa jenderal Rusia telah berada di Korea Utara untuk melatih pasukan di sana,” katanya.
Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengatakan pada hari Kamis bahwa Kyiv menduga pasukan Korea Utara lainnya mungkin akan dikerahkan, tetapi menambahkan bahwa pemimpin negara itu, Kim Jong-un, berisiko membahayakan pemerintahannya sendiri dengan mengekspos begitu banyak pasukan elite pada tingkat korban yang tinggi di garis depan.
“Penggunaan pasukan elite Korea Utara oleh Rusia tidak hanya menunjukkan ketergantungan yang semakin besar pada rezim totaliter tetapi juga masalah serius dengan cadangan mobilisasinya,” kata Umerov.
“Bersama dengan mitra kami, kami memantau ancaman ini dan akan menanggapinya sebagaimana mestinya," ujarnya.
Pada Jumat pekan lalu, Panglima Militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mengatakan Rusia mengumpulkan 110.000 tentara di dekat kota garis depan Pokrovsk, sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan terhadap pusat populasi strategis tersebut.
Sergei Shoigu, penasihat utama Putin yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanannya, mengunjungi Pyongyang pada tanggal 17 Juni–sebuah perjalanan yang dilakukan atas perintah Putin, dan kunjungan keduanya dalam dua minggu, menurut laporan TASS.
Selama kunjungan tersebut, Shoigu mengumumkan 1.000 pencari ranjau Korea Utara dan 5.000 pekerja konstruksi militer akan dikirim ke Rusia, untuk membersihkan ranjau dan memulihkan infrastruktur yang dihancurkan oleh penjajah di wilayah Kursk.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) telah memberi tahu anggota Parlemen di Seoul bahwa Korea Utara telah mulai memilih personel untuk penempatan di luar negeri yang dapat terjadi paling cepat pada bulan Juli atau Agustus, menurut pernyataan anggota Parlemen Lee Seong-kweun.
Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mengatakan pada hari Kamis bahwa Kyiv menduga pasukan Korea Utara lainnya mungkin akan dikerahkan, tetapi menambahkan bahwa pemimpin negara itu, Kim Jong-un, berisiko membahayakan pemerintahannya sendiri dengan mengekspos begitu banyak pasukan elite pada tingkat korban yang tinggi di garis depan.
“Penggunaan pasukan elite Korea Utara oleh Rusia tidak hanya menunjukkan ketergantungan yang semakin besar pada rezim totaliter tetapi juga masalah serius dengan cadangan mobilisasinya,” kata Umerov.
“Bersama dengan mitra kami, kami memantau ancaman ini dan akan menanggapinya sebagaimana mestinya," ujarnya.
Pada Jumat pekan lalu, Panglima Militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mengatakan Rusia mengumpulkan 110.000 tentara di dekat kota garis depan Pokrovsk, sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan terhadap pusat populasi strategis tersebut.
Sergei Shoigu, penasihat utama Putin yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanannya, mengunjungi Pyongyang pada tanggal 17 Juni–sebuah perjalanan yang dilakukan atas perintah Putin, dan kunjungan keduanya dalam dua minggu, menurut laporan TASS.
Selama kunjungan tersebut, Shoigu mengumumkan 1.000 pencari ranjau Korea Utara dan 5.000 pekerja konstruksi militer akan dikirim ke Rusia, untuk membersihkan ranjau dan memulihkan infrastruktur yang dihancurkan oleh penjajah di wilayah Kursk.
Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) telah memberi tahu anggota Parlemen di Seoul bahwa Korea Utara telah mulai memilih personel untuk penempatan di luar negeri yang dapat terjadi paling cepat pada bulan Juli atau Agustus, menurut pernyataan anggota Parlemen Lee Seong-kweun.
(mas)
Lihat Juga :