Kyiv: Kim Jong-un Akan Kerahkan 30.000 Tentara Sokong Perang Rusia Melawan Ukraina

Kamis, 03 Juli 2025 - 13:29 WIB
loading...
A A A
Kemungkinan persiapan untuk penempatan baru, termasuk kedatangan kapal yang terkait dengan penempatan tahun lalu di pelabuhan Rusia, dan pesawat kargo di bandara Sunan Korea Utara, telah terlihat pada citra satelit yang diperoleh oleh CNN.

Korea Utara awalnya mengirim 11.000 tentara ke Rusia pada musim gugur 2024 secara sangat rahasia, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin baru mengonfirmasi pengerahan tersebut pada akhir April.

Pada bulan Oktober, tentara Korea Utara terlihat sedang menerima perlengkapan untuk garis depan di pangkalan militer Sergeevka di Primorskyi Krai.

Sebulan kemudian, sebuah kapal Rusia kelas Ropucha berlabuh di pelabuhan Dunai dekat Nakhodka, 95 kilometer (59 mil) di barat daya, yang dapat mengangkut hingga 400 tentara, kata para analis.

Jenis kapal pengangkut pasukan Ropucha yang sama kembali berlabuh pada 18 Mei di pelabuhan Dunai yang sama, menurut citra satelit yang diberikan kepada CNN oleh Open Source Centre, sebuah lembaga nirlaba berbasis di Inggris yang mengkhususkan diri dalam intelijen sumber terbuka yang terkait dengan pertahanan dan keamanan.

Pola penerbangan juga menunjukkan pergerakan beberapa pasukan lagi juga dapat dilakukan. Open Source Centre memasok CNN dengan citra satelit dari bandara Sunan di Korea Utara pada 4 Juni, di mana pesawat kargo, mungkin IL76, sedang meluncur di landasan pacu–jenis pesawat yang sama yang digunakan dalam penempatan tahun lalu. Meskipun citra satelit tidak menunjukkan untuk apa kapal dan pesawat itu digunakan, pergerakannya dapat menunjukkan pola yang konsisten dengan apa yang diamati analis tahun lalu.

“Citra satelit menunjukkan pengangkut personel Rusia tiba di Dunai pada bulan Mei, dan aktivitas di bandara Sunan pada bulan Mei dan Juni,” kata Joe Byrne, analis senior di Open Source Centre.

“Hal ini tampaknya menunjukkan rute yang sebelumnya digunakan untuk memindahkan pasukan DPRK [Korea Utara] masih aktif, dan dapat digunakan dalam pemindahan personel skala besar di masa mendatang," paparnya.

Jenny Town, peneliti senior dan direktur program Korea di Stimson Center, mengatakan taksiran Ukraina hingga 30.000 terdengar tinggi."Tetapi mereka tentu bisa memperkirakan jumlah itu. Mereka bukan tentara elite. Kim Jong-un telah mengatakan bahwa dia siap, jadi itu tergantung pada apa yang diminta Rusia," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved