Israel Ancam Ubah Gaza jadi Debu jika Hamas Tidak Setujui Gencatan Senjata

Rabu, 02 Juli 2025 - 10:29 WIB
loading...
Israel Ancam Ubah Gaza...
Warga dan tim pertahanan sipil mencari korban selamat setelah serangan Israel di Khan Younis pada hari Selasa (1/7/2025). Foto/Abed Rahim Khatib/Anadolu
A A A
TEL AVIV - Pejabat Israel memperingatkan militer negara itu akan meningkatkan operasinya di Gaza jika negosiasi gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tawanan tidak segera maju. Kabar itu diungkap kantor berita Axios yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

Pada hari Senin, Israel memerintahkan warga sipil di wilayah tambahan Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan, yang menandakan persiapan untuk kemungkinan perluasan serangan darat tentara.

"Kami akan lakukan di Kota Gaza dan kamp-kamp pusat seperti yang kami lakukan di Rafah. Semuanya akan berubah menjadi debu," ungkap kantor berita itu mengutip pernyataan seorang pejabat senior Israel.

Pejabat Israel itu menambahkan, "Itu bukan pilihan yang kami sukai, tetapi jika tidak ada gerakan menuju kesepakatan penyanderaan, kami tidak punya pilihan lain."

Laporan itu muncul saat Presiden AS Donald Trump mengatakan Israel telah menyetujui "persyaratan yang diperlukan" untuk menyelesaikan gencatan senjata 60 hari dan mendesak Hamas menerima kesepakatan itu.

AS mendorong gencatan senjata selama 60 hari antara Israel dan Hamas. Situs web berita Axios melaporkan pengumuman Trump muncul setelah pembicaraan antara utusannya, Steve Witkoff, dan Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer di Gedung Putih.

Keduanya membahas "proposal gencatan senjata dan penyanderaan terbaru yang diajukan oleh Qatar". Belum ada komentar dari Doha.

Berikut ini adalah pengingat tentang rintangan dalam putaran pembicaraan sebelumnya.

Gencatan senjata permanen: Hamas telah meminta jaminan untuk gencatan senjata sementara apa pun untuk mengakhiri perang Israel dan penarikan semua pasukan Israel dari Gaza.

Namun, Israel menolak memberikan komitmen tersebut. Israel membatalkan kesepakatan gencatan senjata tiga fase yang disepakati pada bulan Januari dan melanjutkan pemboman Gaza setelah menolak negosiasi untuk mengakhiri perang.

Pelucutan Senjata Hamas: Israel ingin Hamas meletakkan senjata, menyerahkan kendali atas Gaza, dan mengasingkan para pemimpinnya keluar dari Jalur Gaza, tetapi kelompok Palestina tersebut sebelumnya menyebut ini sebagai "garis merah", dengan mengatakan mereka tidak akan melucuti senjata selama pendudukan Israel atas wilayah Palestina berlanjut.

Selama putaran terakhir perundingan tidak langsung pada bulan Juni, media Israel melaporkan AS mengusulkan gencatan senjata selama 60 hari, masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza, pembebasan 10 tawanan Israel yang masih hidup dan jenazah 18 orang lainnya, sebagai imbalan atas 1.100 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.

Proposal AS tersebut mengatakan pasukan Israel akan mundur dari Gaza berdasarkan peta yang akan disetujui, dan negosiasi juga akan dimulai untuk gencatan senjata permanen, pembebasan tawanan yang tersisa, dan "penempatan kembali dan penarikan pasukan" Israel.

Hamas mengeluarkan usulan balasan, yang meminta agar negosiasi gencatan senjata permanen dimulai pada hari pertama gencatan senjata, dan agar pemerintahan Trump menjamin perundingan untuk mencapai penyelesaian akhir perang.

Baca juga: Iran Akui Kerusakan Serius Terjadi di Situs Nuklir akibat Serangan AS dan Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Hasil MotoGP Belanda...
Hasil MotoGP Belanda 2026: Ai Ogura Cetak Sejarah, Marc Marquez Keenam
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved