Langka, Massa Israel Serang Komandan Militer Zionis di Lokasi Bentrok Mematikan

Minggu, 29 Juni 2025 - 08:23 WIB
loading...
Langka, Massa Israel...
Sekelompok warga Israel menyerang para tentara Zionis, termasuk komandan batalyon, di Tepi Barat yang menjadi lokasi bentrokan mematikan dengan warga Palestina. Foto/IDF
A A A
TEPI BARAT - Sekelompok warga Israel menyerang para tentara Zionis, termasuk seorang komandan batalyon, di sebuah desa di Tepi Barat yang menjadi lokasi bentrokan mematikan dengan warga Palestina. Menurut militer Zionis, enam warga Israel ditangkap atas serangan tersebut.

Serangantersebut menandai insiden langka antara warga Israel dan militernya. Penangkapan enam orang tersebut diumumkan militer Zionis Israel pada hari Sabtu.

Kekerasan baru di sekitar desa Kafr Malik di Tepi Barat tengah terjadi setelah Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan tiga orang tewas di sana dalam serangan oleh massa pemukim Israel pada hari Rabu.

Baca Juga: Pengakuan Mengejutkan, Tentara Israel Diperintah Tembaki Warga Palestina Pencari Bantuan

Tentara Israel membubarkan perkumpulan warga Israel di dekat desa tersebut pada malam hari, kata militer Zionis dalam sebuah pernyataan.

"Puluhan warga sipil Israel melemparkan batu ke arah mereka dan menyerang tentara secara fisik dan verbal, termasuk Komandan Batalyon," lanjut pernyataan tersebut.

"Selain itu, warga sipil merusak dan merusak kendaraan pasukan keamanan, dan berusaha menabrak pasukan keamanan," imbuh pernyataan militer Zionis Israel.

"Pasukan keamanan membubarkan perkumpulan tersebut, dan enam warga sipil Israel ditangkap dan diserahkan kepada Kepolisian Israel untuk diproses lebih lanjut."

Saat dihubungi AFP, Minggu (29/6/2025), militer Israel menolak mengatakan apakah mereka yang ditangkap adalah penduduk permukiman Israel di wilayah tersebut, yang diduduki Israel sejak 1967.

Militer Israel merujuk pertanyaan tersebut ke Kepolisian Israel, yang tidak dapat dimintai komentar.

"Saya mengutuk keras insiden kekerasan serius dan serangan terhadap tentara IDF [Pasukan Pertahanan Israel]," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam sebuah pernyataan.

"Saya meminta aparat penegak hukum untuk segera bertindak guna menemukan semua orang yang melakukan kekerasan dan membawa mereka ke pengadilan," ujarnya.

Kekerasan di Tepi Barat


Dalam insiden terpisah pada hari Rabu, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan tiga orang tewas di Kafr Malik dalam sebuah serangan oleh para pemukim Israel.

Wartawan AFP melihat beberapa ratus orang berkumpul untuk menghadiri pemakaman ketiga pria tersebut pada hari Kamis.

Kementerian Luar Negeri Palestina menuduh "keterlibatan resmi" Israel dalam serangan hari Rabu, dalam sebuah pesan di X.

"Pasukan pendudukan Israel mencegah kru ambulans untuk menjangkau yang terluka dan menghalangi tim pertahanan sipil memasuki desa selama beberapa jam, yang memungkinkan api yang dinyalakan oleh para pemukim [Israel] menyebar dan menghancurkan puluhan rumah," katanya.

Militer Israel tidak menanggapi permintaan AFP untuk mengomentari klaim tersebut.

Seorang juru bicara militer Zionis mengatakan kepada AFP bahwa pasukannya melakukan intervensi pada hari Rabu setelah puluhan warga sipil Israel membakar properti di Kafr Malik dan konfrontasi yang melibatkan saling melempar batu terjadi antara warga Israel dan Palestina.

Mengacu pada tindakan warga Palestina, juru bicara tersebut mengatakan: "Beberapa 'teroris' melepaskan tembakan dari dalam Kafr Malik dan melemparkan batu ke pasukan, yang melepaskan tembakan ke arah sumber tembakan dan para pelempar batu."

Militer menambahkan bahwa lima warga Israel ditangkap.

Surat kabar Israel; Haaretz, melaporkan bahwa kelima orang tersebut dibebaskan pada hari Kamis. Polisi tidak berkomentar.

Pemukiman Israel di Tepi Barat dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Pertumbuhannya telah meningkat sejak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kembali menjabat pada tahun 2022 dalam aliansi dengan partai-partai sayap kanan yang ingin mencaplok wilayah tersebut secara langsung.

Negara-negara Eropa, termasuk Inggris dan Prancis, serta beberapa kelompok hak asasi manusia telah mengutuk kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Kekerasan telah meningkat di Tepi Barat sejak Israel melancarkan serangannya di Gaza sebagai tanggapan atas serangan pada 7 Oktober 2023 oleh kelompok perlawanan Palestina; Hamas, terhadap Israel.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Harry Kane Lewati Pele,...
Harry Kane Lewati Pele, Kini Bidik Rekor Messi di Piala Dunia
Harry Kane Cetak Brace,...
Harry Kane Cetak Brace, Inggris Singkirkan DR Kongo
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved