Demo Anti-Perang Menggema di AS, Trump Dijuluki sebagai Penjahat Perang
Senin, 23 Juni 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok tersebut memperingatkan bahwa aksi militer tersebut "mengancam akan memicu perang regional atau bahkan global dengan korban jiwa yang besar, radiasi nuklir, dan konsekuensi yang dahsyat."
Aktivis menuduh Trump mengingkari janji kampanye untuk mengakhiri konflik militer, dengan menyatakan bahwa ia "berbohong selama kampanye ketika ia mengatakan akan mengakhiri 'perang abadi' dan mewujudkan perdamaian."
Para penyelenggara membuat perbandingan dengan invasi Irak tahun 2003, dengan mengklaim bahwa Trump "tidak berbeda dengan George W. Bush, yang berbohong tentang 'senjata pemusnah massal'."
Kelompok-kelompok protes menuntut "serangan AS dan Israel terhadap Iran dan kedaulatannya segera diakhiri" dan menyerukan pengalihan anggaran militer untuk prioritas dalam negeri, termasuk perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Aktivis menuduh Trump mengingkari janji kampanye untuk mengakhiri konflik militer, dengan menyatakan bahwa ia "berbohong selama kampanye ketika ia mengatakan akan mengakhiri 'perang abadi' dan mewujudkan perdamaian."
Para penyelenggara membuat perbandingan dengan invasi Irak tahun 2003, dengan mengklaim bahwa Trump "tidak berbeda dengan George W. Bush, yang berbohong tentang 'senjata pemusnah massal'."
Kelompok-kelompok protes menuntut "serangan AS dan Israel terhadap Iran dan kedaulatannya segera diakhiri" dan menyerukan pengalihan anggaran militer untuk prioritas dalam negeri, termasuk perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
(ahm)
Lihat Juga :