Trump: Intelijen AS Salah soal Iran Tidak Membangun Bom Nuklir
Sabtu, 21 Juni 2025 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Trump pada hari Kamis mengatakan ia akan membutuhkan waktu dua minggu untuk memutuskan respons AS terhadap konflik tersebut. Para ahli mengatakan keputusan itu kemungkinan akan bersifat transformatif.
AS dipandang sebagai salah satu dari sedikit negara yang memiliki pengaruh untuk menekan Israel agar mundur dari ambang perang regional berskala lebih luas.
Pada saat yang sama, keterlibatan militer AS dipandang sebagai kunci bagi misi Israel yang dinyatakan untuk membongkar sepenuhnya program nuklir Iran, yang bergantung pada penghancuran pabrik pengayaan bawah tanah Fordow.
Serangan yang berhasil terhadap fasilitas tersebut akan membutuhkan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator seberat 30.000 pon (13.000 kg) milik Washington dan pembom B-2 yang dibutuhkan untuk mengirimkannya.
Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat, Trump juga meremehkan potensi peran negara-negara Eropa dalam meredakan situasi.
Hal itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan para diplomat tinggi dari Prancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa di Jenewa.
"Eropa tidak akan dapat membantu," ujar presiden AS.
Baca juga: Israel Sangat Kewalahan, Akurasi Rudal Iran Meningkat 3 Kali Lipat
AS dipandang sebagai salah satu dari sedikit negara yang memiliki pengaruh untuk menekan Israel agar mundur dari ambang perang regional berskala lebih luas.
Pada saat yang sama, keterlibatan militer AS dipandang sebagai kunci bagi misi Israel yang dinyatakan untuk membongkar sepenuhnya program nuklir Iran, yang bergantung pada penghancuran pabrik pengayaan bawah tanah Fordow.
Serangan yang berhasil terhadap fasilitas tersebut akan membutuhkan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator seberat 30.000 pon (13.000 kg) milik Washington dan pembom B-2 yang dibutuhkan untuk mengirimkannya.
Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat, Trump juga meremehkan potensi peran negara-negara Eropa dalam meredakan situasi.
Hal itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan para diplomat tinggi dari Prancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa di Jenewa.
"Eropa tidak akan dapat membantu," ujar presiden AS.
Baca juga: Israel Sangat Kewalahan, Akurasi Rudal Iran Meningkat 3 Kali Lipat
(sya)
Lihat Juga :