Trump: Intelijen AS Salah soal Iran Tidak Membangun Bom Nuklir

Sabtu, 21 Juni 2025 - 11:00 WIB
loading...
Trump: Intelijen AS...
Presiden AS Donald Trump. Foto/ndtv
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan direktur intelijen nasionalnya "salah" ketika dia bersaksi bahwa Iran tidak membangun senjata nuklir dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tidak mengesahkan kembali program senjata nuklir negara itu yang ditangguhkan.

Komentar itu muncul setelah Trump awal pekan ini meragukan laporan Tulsi Gabbard pada 25 Maret ke Kongres, di mana Gabbard menegaskan kembali penilaian komunitas intelijen AS.

Pada hari Selasa, Trump mengatakan kepada wartawan, "Saya tidak peduli" bahwa temuan komunitas intelijen bertentangan dengan klaim Trump sendiri, dengan mengatakan Iran berada pada tahap akhir pengembangan senjata nuklir.

Namun berbicara pada hari Jumat, Trump melangkah lebih jauh.

Seorang wartawan bertanya, "Intelijen apa yang Anda miliki bahwa Iran sedang membangun senjata nuklir? Komunitas intelijen Anda mengatakan mereka tidak memiliki bukti."

Trump menjawab, "Kalau begitu komunitas intelijen saya salah. Siapa di komunitas intelijen yang mengatakan itu?"

"DNI (direktur intelijen nasional) Anda, Tulsi Gabbard," jawab reporter tersebut.

"Dia salah," kata Trump.

Gabbard tampaknya membela Trump pada hari Jumat sore (20/6/2025). "Amerika memiliki informasi intelijen bahwa Iran sudah berada pada titik yang memungkinkan mereka memproduksi senjata nuklir dalam beberapa pekan hingga bulan, jika mereka memutuskan untuk menyelesaikan perakitannya," tulis dia dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Presiden Trump telah menjelaskan bahwa itu tidak mungkin terjadi, dan saya setuju," papar dia.

Namun, pernyataan itu tidak bertentangan dengan penilaiannya sebelumnya bahwa Iran tidak sedang membangun senjata.

Tidak ada penilaian intelijen AS yang diketahui yang menyimpulkan bahwa Iran sedang mempersenjatai program nuklirnya.

Sangat jarang bagi seorang presiden AS untuk secara terbuka menentang komunitas intelijen negara itu, dengan para kritikus menuduh Trump secara terang-terangan mengabaikan bukti untuk membenarkan potensi keterlibatan langsung AS dalam pertempuran tersebut, menurut analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara.

"Ini bukan hanya satu orang, satu tim yang mengatakan sesuatu," ujar Bishara. "Seluruh komunitas intelijen di Amerika Serikat. Bahwa dia (Trump) mengabaikan mereka... sungguh mengejutkan."

Berbicara pada hari Jumat, Trump juga tampak meremehkan prospek AS menjadi perantara perjanjian gencatan senjata antara Iran dan Israel, dengan mengatakan dia "mungkin" mendukung kesepakatan semacam itu, sambil menambahkan, "Israel berhasil dalam hal perang, dan saya pikir Anda akan mengatakan bahwa Iran tidak melakukannya dengan baik."

"Sulit untuk mengajukan permintaan itu sekarang. Ketika seseorang menang, itu lebih sulit daripada ketika mereka kalah," ungkap Trump.

Melaporkan dari Washington, DC, Heidi Zhou Castro dari Al Jazeera mencatat bahwa, “Trump benar-benar menegaskan bahwa dia tidak akan berusaha meminta Israel mengurangi pemboman udara terhadap target-target Iran."

"Tampaknya Trump sangat berpihak pada Israel saat keadaan terus berkembang, dan ... tampaknya ia tidak condong ke jalur diplomasi, meskipun, sekali lagi, ia memberi dirinya waktu dua minggu untuk membuat keputusan akhir," papar dia.

Trump pada hari Kamis mengatakan ia akan membutuhkan waktu dua minggu untuk memutuskan respons AS terhadap konflik tersebut. Para ahli mengatakan keputusan itu kemungkinan akan bersifat transformatif.

AS dipandang sebagai salah satu dari sedikit negara yang memiliki pengaruh untuk menekan Israel agar mundur dari ambang perang regional berskala lebih luas.

Pada saat yang sama, keterlibatan militer AS dipandang sebagai kunci bagi misi Israel yang dinyatakan untuk membongkar sepenuhnya program nuklir Iran, yang bergantung pada penghancuran pabrik pengayaan bawah tanah Fordow.

Serangan yang berhasil terhadap fasilitas tersebut akan membutuhkan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator seberat 30.000 pon (13.000 kg) milik Washington dan pembom B-2 yang dibutuhkan untuk mengirimkannya.

Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat, Trump juga meremehkan potensi peran negara-negara Eropa dalam meredakan situasi.

Hal itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bertemu dengan para diplomat tinggi dari Prancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa di Jenewa.

"Eropa tidak akan dapat membantu," ujar presiden AS.

Baca juga: Israel Sangat Kewalahan, Akurasi Rudal Iran Meningkat 3 Kali Lipat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Satgas PRR Aceh Minta...
Satgas PRR Aceh Minta BPJN-Pemda Bangun Komunikasi dengan Warga Enang-Enang
Apa Itu Longevity? Gaya...
Apa Itu Longevity? Gaya Hidup Sehat yang Mulai Tren di Indonesia
Jakarta Siap Jadi Tuan...
Jakarta Siap Jadi Tuan Rumah Kompetisi Berkuda Internasional Terbesar di Asia
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved