Hakim AS Bebaskan Aktivis Pro-Palestina Mahmoud Khalil, Trump Terpukul

Sabtu, 21 Juni 2025 - 09:30 WIB
loading...
A A A

Teladan untuk Kebebasan Berbicara


Para pendukung aktivis itu berpendapat tindakan keras tersebut melanggar Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Pemerintah Trump juga dikritik karena mengirim otoritas imigrasi, terkadang bertopeng dan berpakaian preman, untuk menahan para mahasiswa alih-alih membiarkan mereka tetap bebas saat mereka menentang deportasi mereka.

Beberapa mahasiswa lain yang ingin dideportasi oleh pemerintah Trump telah diperintahkan untuk dibebaskan oleh pengadilan federal, termasuk sarjana Universitas Tufts Turki Rumeysa Ozturk dan Mohsen Mahdawi dari Columbia.

Ozturk ditahan karena ikut menulis opini yang menyerukan kampusnya mematuhi seruan mahasiswa untuk menarik diri dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pelanggaran Israel terhadap Palestina.

Khalil, yang tinggal bersama istrinya, seorang warga negara AS, di New York, telah ditahan di pedesaan Louisiana, upaya yang menurut para pendukungnya bertujuan menjauhkannya dari keluarga dan pengacaranya serta memindahkannya ke wilayah pedesaan yang lebih konservatif.

Melaporkan dari Washington, DC, Kimberly Halkett dari Al Jazeera mengatakan pembebasan Khalil merupakan "pukulan bagi pemerintahan Trump", yang bersikeras ia harus tetap ditahan sambil mengajukan kasus imigrasinya.

"Intinya dari semua ini adalah ia benar-benar telah menjadi semacam contoh bagi mereka yang mengadvokasi kebebasan berbicara di Amerika Serikat," pungkas Halkett.

Baca juga: Israel Sangat Kewalahan, Akurasi Rudal Iran Meningkat 3 Kali Lipat
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved