Hakim AS Bebaskan Aktivis Pro-Palestina Mahmoud Khalil, Trump Terpukul

Sabtu, 21 Juni 2025 - 09:30 WIB
loading...
Hakim AS Bebaskan Aktivis...
Aktivis pro-Palestina Mahmoud Khalil baru saja dibebaskan dari penjara AS. Foto/nbc new york
A A A
WASHINGTON - Seorang hakim federal di Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan pembebasan aktivis Palestina Mahmoud Khalil, yang telah ditahan sejak Maret oleh otoritas imigrasi. Khalil ditangkap karena keterlibatannya dalam protes hak-hak Palestina di Universitas Columbia.

Keputusan pada hari Jumat (20/6/2025) untuk memberikan jaminan kepada Khalil datang dari pengadilan federal di New Jersey, tempat pengacara Khalil menentang penahanannya.

Keputusan ini terpisah dari upaya hukum terhadap deportasinya yang akan terus berlangsung di pengadilan imigrasi.

Hakim Pengadilan Distrik Michael Farbiarz kemudian menolak mosi pemerintah untuk menghentikan sementara keputusannya dan menegaskan kembali bahwa Khalil harus dibebaskan pada hari Jumat setelah menyelesaikan persyaratan pembebasannya dengan pengadilan magistrat.

Setelah dibebaskan, Khalil berbicara singkat kepada wartawan di luar fasilitas penahanan Louisiana tempat ia ditahan.

“Keadilan menang, tetapi sudah sangat lama tertunda,” tegas dia. “Ini seharusnya tidak memakan waktu tiga bulan.”

American Civil Liberties Union (ACLU), yang telah mengadvokasi atas nama Khalil, mengatakan Khalil akan kembali ke New York untuk berkumpul dengan keluarganya.

"Ini adalah hari yang menggembirakan bagi Mahmoud, bagi keluarganya, dan bagi hak Amandemen Pertama setiap orang," tegas pengacara ACLU Noor Zafar dalam pernyataan, mengacu pada ketentuan konstitusional AS yang melindungi kebebasan berbicara.

"Sejak ia ditangkap pada awal Maret, pemerintah telah bertindak di setiap kesempatan untuk menghukum Mahmoud karena mengekspresikan keyakinan politiknya tentang Palestina. Namun, putusan hari ini menggarisbawahi prinsip penting Amandemen Pertama: Pemerintah tidak dapat menyalahgunakan hukum imigrasi untuk menghukum ucapan yang tidak disukainya," papar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Ledakan di China Selatan...
Ledakan di China Selatan tewaskan Setidaknya 7 Orang
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Kembangkan Kasus Gading...
Kembangkan Kasus Gading Gajah, Polda Riau Telusuri Aliran Dana Rp1,8 Miliar
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved