Wanita dan Anak Warga Australia Diculik dari Kamp Pengungsi Suriah
Selasa, 08 September 2020 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Di kamp Al-Hawl menampung sekitar 70.000 pengungsi, dengan sekitar 20 wanita dan 47 anak Australia.
Tinkler menambahkan, meski motif para penculik masih tak diketahui, dia yakin pelakunya telah diizinkan oleh milisi Kurdi. “Ini mungkin mengindikasikan mereka dipindah ke tempat lain,” kata dia. (Baca Juga: Inggris Akui Utang pada Iran Sebesar Rp7,8 Triliun Selama 40 Tahun)
Juru bicara pemerintah Australia menyatakan mereka terus memantau situasi itu. Meski demikian, prospek warga Australia itu kembali ke negara asalnya tak akan terjadi. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)
“Kemampuan kita untuk memberi bantuan konsuler dan bantuan paspor pada warga Australia di Suriah dan Irak tetap sangat terbatas karena situasi keamanan yang sangat berbahaya,” ujar Tinkler. (Lihat Video: Gara-Gara Kompor Warga, Permukiman Padat di Jatinegara Ludes Terbakar)
Tinkler menambahkan, meski motif para penculik masih tak diketahui, dia yakin pelakunya telah diizinkan oleh milisi Kurdi. “Ini mungkin mengindikasikan mereka dipindah ke tempat lain,” kata dia. (Baca Juga: Inggris Akui Utang pada Iran Sebesar Rp7,8 Triliun Selama 40 Tahun)
Juru bicara pemerintah Australia menyatakan mereka terus memantau situasi itu. Meski demikian, prospek warga Australia itu kembali ke negara asalnya tak akan terjadi. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)
“Kemampuan kita untuk memberi bantuan konsuler dan bantuan paspor pada warga Australia di Suriah dan Irak tetap sangat terbatas karena situasi keamanan yang sangat berbahaya,” ujar Tinkler. (Lihat Video: Gara-Gara Kompor Warga, Permukiman Padat di Jatinegara Ludes Terbakar)
(sya)
Lihat Juga :