Inggris Akui Utang pada Iran Sebesar Rp7,8 Triliun Selama 40 Tahun
Selasa, 08 September 2020 - 06:06 WIB
loading...
Tank Chieftain yang ingin dibeli Iran dari Inggris. Foto/russellphillips.uk
A
A
A
LONDON - Pemerintah Inggris untuk pertama kali mengakui memiliki utang pada Iran dari kesepakatan senjata yang telah berusia beberapa dekade.
Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace mengungkap rincian utang itu dalam surat yang dilihat Guardian.
Wallace menjelaskan bahwa dia ingin membayar utang pada pemerintah Iran yang diperkirakan sebesar 400 juta poundsterling (Rp7,8 triliun). Dia berpendapat pembayaran utang itu dapat membantu pembebsan warga berkewarganegaraan ganda Inggris Iran Nazanin Zaghari-Ratcliffe yang kini menjalani tahanan rumah di Iran sebagai hukuman lima tahun dalam kasus menjadi mata-mata bagi Inggris .
Pengakuan itu disebut dalam surat untuk para pengacara Zaghari-Ratcliffe. “Berkenaan dengan IMS Ltd dan sengketa hukum yang ada, pemerintah mengakui ada utang yang harus dibayar dan terus menjajaki setiap langkah hukum untuk membayar utang itu secara sah,” papar surat Wallace itu.
International Military Services Limited (IMS) merupakan anak usaha Kementerian Pertahanan dan menandatangani kontrak dengan Iran sebelum revolusi pada 1971 untuk menjual lebih dari 1.750 tank Chieftain dan kendaraan bersenjata lainnya.
Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace mengungkap rincian utang itu dalam surat yang dilihat Guardian.
Wallace menjelaskan bahwa dia ingin membayar utang pada pemerintah Iran yang diperkirakan sebesar 400 juta poundsterling (Rp7,8 triliun). Dia berpendapat pembayaran utang itu dapat membantu pembebsan warga berkewarganegaraan ganda Inggris Iran Nazanin Zaghari-Ratcliffe yang kini menjalani tahanan rumah di Iran sebagai hukuman lima tahun dalam kasus menjadi mata-mata bagi Inggris .
Pengakuan itu disebut dalam surat untuk para pengacara Zaghari-Ratcliffe. “Berkenaan dengan IMS Ltd dan sengketa hukum yang ada, pemerintah mengakui ada utang yang harus dibayar dan terus menjajaki setiap langkah hukum untuk membayar utang itu secara sah,” papar surat Wallace itu.
International Military Services Limited (IMS) merupakan anak usaha Kementerian Pertahanan dan menandatangani kontrak dengan Iran sebelum revolusi pada 1971 untuk menjual lebih dari 1.750 tank Chieftain dan kendaraan bersenjata lainnya.
Lihat Juga :