Suasana Mencekam Iran setelah Serangan Israel, Ledakan Besar Warga Berhamburan Keluar Rumah
Jum'at, 13 Juni 2025 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A

Warga Iran sudah terbiasa dengan kekacauan sejak Revolusi Islam 1979, yang menggulingkan Shah yang didukung AS dan membawa lembaga ulama ke tampuk kekuasaan, dari perang tahun 1980-an dengan Irak, hingga tindakan keras terhadap protes antipemerintah dan sanksi Barat yang menggigit selama bertahun-tahun.
Beberapa penentang ulama yang berkuasa di Iran menyatakan harapan serangan Israel dapat menyebabkan kejatuhan mereka, meskipun seorang warga Teheran mengatakan ia mendukung pembalasan Iran, meskipun ia bukan pendukung Republik Islam.
"Kita tidak mampu untuk tidak menanggapi. Kita menyerah dan mereka mengambil rudal kita, atau kita tembakkan rudal itu. Tidak ada pilihan lain dan jika tidak, kita akan menyerahkan mereka juga," papar dia, yang mendidih karena marah atas serangan Israel.
Saya akan Berjuang dan Mati
Dua penukar uang di Teheran mengatakan mereka lebih sibuk dari biasanya, karena orang-orang bergegas membeli mata uang asing setelah serangan itu. Namun, salah satu dari mereka mengatakan orang-orang tidak terlalu panik.
"Kita telah melalui begitu banyak hal. Saya tidak mendukung serangan Israel dan saya memahami para pemimpin Iran merasa perlu untuk membalas," ujar pensiunan guru Fariba Besharati, 64 tahun, yang tinggal bersama anak-anak dan dua cucunya di Tabriz. "Tapi bagaimana dengan kita? Bukankah kita sudah cukup menderita?"
Banyak warga Iran masih percaya pada hak Iran untuk memiliki program nuklir sipil, tetapi beberapa mengatakan hal itu sekarang terlalu merugikan negara.
"Harga yang kita bayar terlalu tinggi. Dan sekarang, serangan militer, tidak, saya tidak ingin lebih banyak kesengsaraan," ungkap Mohammadreza, 29, seorang guru di kota Chalus di utara.

Lihat Juga :