Suasana Mencekam Iran setelah Serangan Israel, Ledakan Besar Warga Berhamburan Keluar Rumah
Jum'at, 13 Juni 2025 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
Kesulitan ekonomi dan pembatasan politik dan sosial telah memicu protes terhadap para pemimpin ulama dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada tahun 2022, ketika seorang wanita muda meninggal dalam tahanan polisi setelah ditangkap karena diduga melanggar aturan berpakaian konservatif.
Saksi di beberapa kota, termasuk Teheran, mengatakan agen berpakaian preman dan pasukan polisi telah dikerahkan di jalan-jalan pada hari Jumat.
Para penguasa Iran menghadapi berbagai krisis lainnya, mulai dari kekurangan energi dan air, hingga mata uang yang jatuh dan meningkatnya kemarahan publik atas kesulitan ekonomi, yang sebagian besar disebabkan sanksi AS atas program nuklirnya dan salah urus ekonomi.
Namun, kepemimpinan ulama masih memegang kendali ketat atas negara itu, didukung pasukan keamanan yang loyal.
Ali, yang ayahnya terbunuh selama perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun, mengatakan ia siap mengorbankan nyawanya demi Republik Islam.
"Saya adalah anggota (milisi sukarelawan) Basij. Saya akan berjuang dan mati demi hak kami atas program nuklir. Israel dan sekutunya, Amerika, tidak dapat merampasnya dari kami dengan serangan-serangan ini," tegas dia dari kota suci Qom melalui telepon.
Baca juga: Yordania Bantu Israel: Tembak Drone dan Rudal Iran yang Menuju Negara Zionis
Saksi di beberapa kota, termasuk Teheran, mengatakan agen berpakaian preman dan pasukan polisi telah dikerahkan di jalan-jalan pada hari Jumat.
Para penguasa Iran menghadapi berbagai krisis lainnya, mulai dari kekurangan energi dan air, hingga mata uang yang jatuh dan meningkatnya kemarahan publik atas kesulitan ekonomi, yang sebagian besar disebabkan sanksi AS atas program nuklirnya dan salah urus ekonomi.
Namun, kepemimpinan ulama masih memegang kendali ketat atas negara itu, didukung pasukan keamanan yang loyal.
Ali, yang ayahnya terbunuh selama perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun, mengatakan ia siap mengorbankan nyawanya demi Republik Islam.
"Saya adalah anggota (milisi sukarelawan) Basij. Saya akan berjuang dan mati demi hak kami atas program nuklir. Israel dan sekutunya, Amerika, tidak dapat merampasnya dari kami dengan serangan-serangan ini," tegas dia dari kota suci Qom melalui telepon.
Baca juga: Yordania Bantu Israel: Tembak Drone dan Rudal Iran yang Menuju Negara Zionis
(sya)
Lihat Juga :