Breaking News-Perang Pecah, Israel Serang Iran!
Jum'at, 13 Juni 2025 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Selama beberapa tahun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sangat skeptis terhadap kesepakatan apa pun dengan Iran.
Iran dan Israel telah menjadi musuh bebuyutan sejak revolusi Iran tahun 1979. Kantor Netanyahu mengatakan Israel telah melakukan "operasi terbuka dan rahasia yang tak terhitung jumlahnya" untuk menghambat pertumbuhan program nuklir Iran.
Bulan lalu, Trump mengatakan secara terbuka bahwa dia telah mendesak Netanyahu untuk tidak menyerang Iran sementara pemerintahannya melakukan negosiasi dengan rezim Teheran.
"Saya katakan kepadanya bahwa ini tidak pantas dilakukan sekarang karena kita sudah sangat dekat dengan solusinya," kata Trump.
Program nuklir Iran sudah ada sejak beberapa dekade lalu, meskipun negara itu telah lama bersikeras bahwa program tersebut hanya ditujukan untuk tujuan damai.
Pada tahun 2015, mantan Presiden Barack Obama membuat kesepakatan dengan Iran yang membatasi cakupan program pengayaan uranium negara itu, meskipun Netanyahu keberatan, yang menuduh Iran tidak dapat diandalkan dan telah secara diam-diam melanggar perjanjian tersebut.
Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015 selama masa jabatan pertamanya dan meningkatkan sanksi terhadap Iran. Sedangkan Iran memperluas persediaan uraniumnya yang sangat diperkaya.
Dalam sebuah laporan dua minggu lalu, Badan Tenaga Atom Internasional memperkirakan Iran telah memperkaya 408,6 kilogram uranium hingga kemurnian 60%. Untuk pembuatan senjata nuklir, dibutuhkan pengayaan uranium dengan kemurnian 90%.
Dalam kesaksian di Capitol Hill pada hari Rabu sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan: "Ada banyak indikasi bahwa mereka [Iran] telah bergerak menuju sesuatu yang akan terlihat seperti senjata nuklir."
Iran dan Israel telah menjadi musuh bebuyutan sejak revolusi Iran tahun 1979. Kantor Netanyahu mengatakan Israel telah melakukan "operasi terbuka dan rahasia yang tak terhitung jumlahnya" untuk menghambat pertumbuhan program nuklir Iran.
Bulan lalu, Trump mengatakan secara terbuka bahwa dia telah mendesak Netanyahu untuk tidak menyerang Iran sementara pemerintahannya melakukan negosiasi dengan rezim Teheran.
"Saya katakan kepadanya bahwa ini tidak pantas dilakukan sekarang karena kita sudah sangat dekat dengan solusinya," kata Trump.
Program nuklir Iran sudah ada sejak beberapa dekade lalu, meskipun negara itu telah lama bersikeras bahwa program tersebut hanya ditujukan untuk tujuan damai.
Pada tahun 2015, mantan Presiden Barack Obama membuat kesepakatan dengan Iran yang membatasi cakupan program pengayaan uranium negara itu, meskipun Netanyahu keberatan, yang menuduh Iran tidak dapat diandalkan dan telah secara diam-diam melanggar perjanjian tersebut.
Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015 selama masa jabatan pertamanya dan meningkatkan sanksi terhadap Iran. Sedangkan Iran memperluas persediaan uraniumnya yang sangat diperkaya.
Dalam sebuah laporan dua minggu lalu, Badan Tenaga Atom Internasional memperkirakan Iran telah memperkaya 408,6 kilogram uranium hingga kemurnian 60%. Untuk pembuatan senjata nuklir, dibutuhkan pengayaan uranium dengan kemurnian 90%.
Dalam kesaksian di Capitol Hill pada hari Rabu sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan: "Ada banyak indikasi bahwa mereka [Iran] telah bergerak menuju sesuatu yang akan terlihat seperti senjata nuklir."
(mas)
Lihat Juga :