Breaking News-Perang Pecah, Israel Serang Iran!

Jum'at, 13 Juni 2025 - 07:42 WIB
loading...
Breaking News-Perang...
Perang pecah, Israel resmi menyerang Iran. Foto/US Air Force
A A A
TEHERAN - Perang Israel dan Iran pecah, Jumat (13/6/2025). Militer Zionis resmi meluncurkan serangan udara ke negara Islam tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa Angkatan Udara Israel telah melakukan "serangan pencegahan" ke Iran.

Media Iran melaporkan ledakan terjadi di Teheran. Ada juga laporan intersepsi rudal oleh sistem pertahanan udara Teheran.

Situasi darurat telah diumumkan di seluruh Israel.

"Setelah serangan pendahuluan Negara Israel terhadap Iran, serangan rudal dan pesawat nirawak terhadap Negara Israel dan penduduk sipilnya diperkirakan akan segera terjadi," kata Katz.

Baca Juga: Israel Bersiap Serang Iran Jadi Alasan AS Evakuasi Kedutaan di Timur Tengah

Sehari sebelumnya, para pejabat Amerika Serikat (AS) telah diberi tahu bahwa Israel sepenuhnya siap untuk meluncurkan operasi militer ke Iran. Pemberitahuan itulah yang menjadi alasan Washington mengevakuasi para staf kedutaannya dari negara-negara di Timur Tengah.

Pemerintah AS pada hari Rabu juga telah meminta para warganya untuk meninggalkan wilayah Timur Tengah, terutama Irak.

Departemen Luar Negeri memerintahkan pejabat pemerintah yang tidak dalam keadaan darurat untuk meninggalkan Irak karena meningkatnya ketegangan regional.

Seorang pejabat pertahanan Amerika mengatakan kepada CBS News, Kamis (12/6/2025), bahwa Pentagon telah mengizinkan anggota keluarga militer untuk secara sukarela meninggalkan lokasi di seluruh Timur Tengah.

Utusan Timur Tengah Presiden Trump Steve Witkoff masih berencana untuk bertemu dengan perwakilan Iran untuk putaran keenam pembicaraan tentang program nuklir Teheran dalam beberapa hari mendatang, kata dua pejabat AS.

Trump telah berbicara tentang Iran saat tampil di Kennedy Center pada hari Rabu, memberi tahu wartawan bahwa warga Amerika disarankan untuk meninggalkan wilayah Timur Tengah. "Karena itu bisa menjadi tempat yang berbahaya, dan kita akan lihat apa yang terjadi," katanya.

Trump juga menegaskan kembali bahwa AS tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir, dengan mengatakan: "Kami tidak akan mengizinkannya."

Ketika ditanya di Gedung Putih mengapa tanggungan personel militer diizinkan untuk secara sukarela meninggalkan wilayah itu, Trump berkata, "Anda harus melihatnya sendiri."

Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa jika perundingan nuklir gagal. "Dan konflik dipaksakan kepada kami, Korps Garda Revolusi Islam akan menargetkan seluruh pangkalan AS di negara tuan rumah," ujarnya.

Organisasi Perdagangan Maritim Inggris pada hari Rabu menyarankan kapal-kapal untuk berhati-hati di Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Teluk Oman—tiga jalur air utama untuk perdagangan minyak global—karena meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut yang dapat menyebabkan eskalasi aktivitas militer.

Pemerintah Trump telah berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membatasi program nuklir negara itu, karena pengawas internasional mengatakan Teheran terus memperkaya uranium hingga mendekati tingkat senjata.

Menurut Trump, perundingan nuklir Iran itu begitu rumit, dan tidak jelas seberapa dekat kedua belah pihak dengan kesepakatan. Trump tidak akan menerima pengayaan uranium apa pun oleh Iran, tetapi para pemimpin Iran telah mengindikasikan mereka tidak akan menerima persyaratan tersebut.

Selama beberapa tahun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sangat skeptis terhadap kesepakatan apa pun dengan Iran.

Iran dan Israel telah menjadi musuh bebuyutan sejak revolusi Iran tahun 1979. Kantor Netanyahu mengatakan Israel telah melakukan "operasi terbuka dan rahasia yang tak terhitung jumlahnya" untuk menghambat pertumbuhan program nuklir Iran.

Bulan lalu, Trump mengatakan secara terbuka bahwa dia telah mendesak Netanyahu untuk tidak menyerang Iran sementara pemerintahannya melakukan negosiasi dengan rezim Teheran.

"Saya katakan kepadanya bahwa ini tidak pantas dilakukan sekarang karena kita sudah sangat dekat dengan solusinya," kata Trump.

Program nuklir Iran sudah ada sejak beberapa dekade lalu, meskipun negara itu telah lama bersikeras bahwa program tersebut hanya ditujukan untuk tujuan damai.

Pada tahun 2015, mantan Presiden Barack Obama membuat kesepakatan dengan Iran yang membatasi cakupan program pengayaan uranium negara itu, meskipun Netanyahu keberatan, yang menuduh Iran tidak dapat diandalkan dan telah secara diam-diam melanggar perjanjian tersebut.

Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015 selama masa jabatan pertamanya dan meningkatkan sanksi terhadap Iran. Sedangkan Iran memperluas persediaan uraniumnya yang sangat diperkaya.

Dalam sebuah laporan dua minggu lalu, Badan Tenaga Atom Internasional memperkirakan Iran telah memperkaya 408,6 kilogram uranium hingga kemurnian 60%. Untuk pembuatan senjata nuklir, dibutuhkan pengayaan uranium dengan kemurnian 90%.

Dalam kesaksian di Capitol Hill pada hari Rabu sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan: "Ada banyak indikasi bahwa mereka [Iran] telah bergerak menuju sesuatu yang akan terlihat seperti senjata nuklir."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Kejam! Parlemen Israel...
Kejam! Parlemen Israel Sahkan UU Sita Pajak Bea Cukai Palestina
Rekomendasi
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Berita Terkini
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Hizbullah Puji Aksi...
Hizbullah Puji Aksi Iran dan Houthi Hadapi Israel untuk Bela Rakyat Lebanon
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved