Luar Biasa! Penumpang Warga Inggris di Kursi 11A Selamat dari Kecelakaan Pesawat Air India

Jum'at, 13 Juni 2025 - 00:01 WIB
loading...
Luar Biasa! Penumpang...
Warga negara Inggris Vishwashkumar Ramesh selamat dari kecelakaan pesawat Air India. Foto/hindustan times
A A A
AHMEDABAD - Seorang pria selamat dari kecelakaan pesawat Air India yang menewaskan sekitar 200 orang. Kabar mengejutkan itu diungkap seorang kepala polisi kepada kantor berita India.

Komisaris Polisi Ahmedabad GS Malik mengatakan kepada ANI bahwa ada satu orang yang selamat yang berada di kursi 11A pada penerbangan Boeing 787-8 tujuan London.

Kursi itu menurut manifes penerbangan yang dibagikan oleh pihak berwenang adalah milik warga negara Inggris Vishwashkumar Ramesh.

Sepupunya di Leicester, Ajay Valgi, mengatakan kepada BBC bahwa Ramesh menelepon keluarganya untuk mengatakan bahwa dia "baik-baik saja" tetapi dia tidak tahu keberadaan saudaranya, Ajay yang juga berada di pesawat tersebut.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan Ramesh berjalan menuju ambulans, dengan asap mengepul di latar belakang.

Media India mengatakan Ramesh membagikan boarding pass-nya, yang menunjukkan nama dan nomor kursinya.

Dia memiliki seorang istri dan anak. BBC memahami bahwa dia lahir di India, tetapi telah tinggal di Inggris selama bertahun-tahun.

Komisaris Malik mengatakan kepada ANI bahwa, “Korban selamat telah dirawat di rumah sakit dan sedang menjalani perawatan."

Ia mengatakan kepada BBC bahwa 204 jenazah telah ditemukan, sementara 41 orang dirawat karena luka-luka.

“Ada 169 warga negara India, 53 warga negara Inggris, tujuh warga negara Portugal, dan satu warga negara Kanada dalam penerbangan menuju Bandara Gatwick London,” ungkap pernyataan Air India.

Pesawat itu jatuh menimpa asrama mahasiswa kedokteran kurang dari satu menit setelah lepas landas.

Dalam pernyataan dari Raja Inggris, ia mengatakan bahwa ia dan istrinya "sangat terkejut dengan kejadian mengerikan di Ahmedabad pagi ini".

"Doa khusus dan simpati terdalam kami bersama keluarga dan teman-teman dari semua yang terkena dampak insiden tragis yang mengerikan ini di banyak negara, saat mereka menunggu kabar dari orang yang mereka cintai," ungkap pernyataan Raja Inggris itu.

Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy telah mengatur tim krisis di India dan Inggris.

Ia mengatakan kepada DPR, "Kami tahu bahwa warga negara Inggris berada di dalam pesawat dan saya dapat mengonfirmasi bahwa FCDO (Kantor Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan) bekerja sama dengan otoritas setempat untuk membantu warga negara Inggris dan keluarga mereka, dan telah membentuk tim krisis di Delhi dan London."

Bandara London Gatwick mengonfirmasi pusat penerimaan untuk keluarga penumpang sedang didirikan di mana informasi akan diberikan, dan mereka berhubungan erat dengan Air India.

Dikatakan di X, "Warga negara Inggris yang memerlukan bantuan konsuler atau memiliki masalah dengan teman atau keluarga harus menghubungi 0207 008 5000."

Penerbangan Air India AI171 meninggalkan Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad pukul 13:39 waktu setempat (08:09 GMT), menurut Air India.

Pesawat itu dijadwalkan mendarat di London Gatwick pukul 18:25 BST.

Satu video yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan pesawat itu turun sebelum ledakan besar saat menghantam tanah.

Baca juga: Kurang Daya Angkat, Pilot Tarik Tuas: Apa yang Mungkin Terjadi di Kokpit Pesawat Air India?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Venezuela Luluh Lantak...
Venezuela Luluh Lantak Diguncang 2 Gempa Dahsyat, Ini Pemicunya?
Rekomendasi
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Balon Udara bisa Antar...
Balon Udara bisa Antar Penumpang Rasakan Sensasi di Luar Angkasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved