Rusia Tuding Pemimpin Jerman Dorong Berlin Berperang Melawan Moskow
Rabu, 11 Juni 2025 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Saat berbicara dengan Presiden AS Donald Trump, Merz menyatakan bahwa Washington berada dalam "posisi yang kuat" untuk memainkan peran serupa dalam konflik Ukraina.
Moskow mengecam komentar Merz dan menuduhnya "menulis ulang dan memutarbalikkan sejarah" untuk membenarkan kebijakan saat ini, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Bundestag Julia Kloeckner.
Kloeckner dalam tanggapannya mengklaim bahwa Moskow-lah yang "menafsirkan ulang peristiwa sejarah dan politik." Dia membela "pemerintah yang dipilih secara demokratis di Kiev" dan dukungan militer Jerman untuk Ukraina.
Menanggapi Kloeckner, Volodin mengakui kontribusi Sekutu tetapi menekankan peran kunci Uni Soviet dalam mengalahkan Nazisme.
“Uni Soviet-lah yang memberikan kontribusi yang menentukan bagi kemenangan dan kehilangan 27 juta orang dalam perjuangan, AS – 418.000, Inggris Raya – sekitar 300.000, dan Prancis menyerah kepada Nazi Jerman,” kenangnya.
Volodin menekankan bahwa Uni Soviet dan kemudian Rusia tidak pernah memusuhi Jerman dan telah mengupayakan hubungan baik, termasuk dengan menentang pembagiannya dan kemudian memainkan peran kunci dalam penyatuan kembali pada tahun 1990.
Sementara itu, Rusia dapat menyerang negara-negara NATO saat konflik Ukraina berakhir. Itu dijelaskan kepala badan intelijen luar negeri Jer man (BND) Bruno Kahl.
“Kami yakin, dan memiliki data intelijen bahwa Ukraina hanyalah satu langkah di jalur [Rusia] menuju Barat,” kata Bruno Kahl ketika ditanya mengapa Jerman harus setuju untuk menanggung “utang tambahan” untuk mendanai program persenjataan dan berpotensi memperkenalkan kembali wajib militer.
Moskow mengecam komentar Merz dan menuduhnya "menulis ulang dan memutarbalikkan sejarah" untuk membenarkan kebijakan saat ini, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Presiden Bundestag Julia Kloeckner.
Kloeckner dalam tanggapannya mengklaim bahwa Moskow-lah yang "menafsirkan ulang peristiwa sejarah dan politik." Dia membela "pemerintah yang dipilih secara demokratis di Kiev" dan dukungan militer Jerman untuk Ukraina.
Menanggapi Kloeckner, Volodin mengakui kontribusi Sekutu tetapi menekankan peran kunci Uni Soviet dalam mengalahkan Nazisme.
“Uni Soviet-lah yang memberikan kontribusi yang menentukan bagi kemenangan dan kehilangan 27 juta orang dalam perjuangan, AS – 418.000, Inggris Raya – sekitar 300.000, dan Prancis menyerah kepada Nazi Jerman,” kenangnya.
Volodin menekankan bahwa Uni Soviet dan kemudian Rusia tidak pernah memusuhi Jerman dan telah mengupayakan hubungan baik, termasuk dengan menentang pembagiannya dan kemudian memainkan peran kunci dalam penyatuan kembali pada tahun 1990.
Sementara itu, Rusia dapat menyerang negara-negara NATO saat konflik Ukraina berakhir. Itu dijelaskan kepala badan intelijen luar negeri Jer man (BND) Bruno Kahl.
“Kami yakin, dan memiliki data intelijen bahwa Ukraina hanyalah satu langkah di jalur [Rusia] menuju Barat,” kata Bruno Kahl ketika ditanya mengapa Jerman harus setuju untuk menanggung “utang tambahan” untuk mendanai program persenjataan dan berpotensi memperkenalkan kembali wajib militer.
Lihat Juga :