Gubernur California Melawan, Sebut Trump Bawa AS di Jurang Otoritarianisme
Rabu, 11 Juni 2025 - 12:43 WIB
loading...
Gubernur California Gavin Newsom berpidato mengecam keputusan Presiden AS Donald Trump. Foto/wftv
A
A
A
CALIFORNIA - Gubernur California Gavin Newsom mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim pasukan militer ke protes imigrasi di Los Angeles telah menempatkan AS di jurang otoritarianisme. Pernyataan itu diungkap dalam pidato yang disiarkan televisi Selasa malam (10/6/2025).
“Demokrasi tengah diserang tepat di depan mata kita, saat yang kita takutkan telah tiba,” ujar dia dalam pidatonya.
Newsom mengecam penggunaan kekuatan militer oleh Trump sebagai "penyalahgunaan kekuasaan yang terang-terangan".
"Saat itulah spiral kemerosotan dimulai. Ia menggandakan pengerahan Garda Nasional yang berbahaya dengan mengipasi api lebih keras, dan presiden - ia melakukannya dengan sengaja," tegas Newsom.
Newsom, yang telah mengajukan gugatan terhadap pengerahan pasukan oleh pemerintahan Trump yang bertentangan dengan keinginannya, mengatakan presiden telah melepaskan "jaring militer" yang menyasar "tukang cuci piring, tukang kebun, buruh harian, dan penjahit" alih-alih penjahat yang kejam.
"Itu hanyalah kelemahan-kelemahan yang menyamar sebagai kekuatan. Pemerintah Donald Trump tidak melindungi masyarakat kita, mereka membuat masyarakat trauma, dan tampaknya itulah intinya," ungkap Newsom. "California akan terus berjuang."
"Jika beberapa dari kita dapat diculik dari jalan tanpa surat perintah, hanya berdasarkan kecurigaan atau warna kulit, maka tidak seorang pun dari kita yang aman," papar dia.
Dia menjelaskan, “Rezim otoriter mulai dengan menyasar orang-orang yang paling tidak mampu membela diri. Namun, mereka tidak berhenti di situ.”
Newsom berbicara pada hari kelima protes di Los Angeles dan tak lama setelah wali kota Los Angeles, Karen Bass, mengumumkan jam malam untuk beberapa bagian pusat kota yang katanya akan berlangsung selama beberapa hari.
Jam malam berlaku untuk 1 mil persegi (2,6 km persegi) di area pusat kota.
“Jam malam itu berlaku mulai pukul 8 malam pada hari Selasa (10/6/2025) hingga pukul 6 pagi pada hari Rabu (03:00 GMT hingga 13:00 GMT Rabu),” ungkap Bass.
"Banyak bisnis kini telah terpengaruh atau dirusak. Tadi malam, ada 23 bisnis yang dijarah, dan saya pikir jika Anda berkendara melalui pusat kota LA, grafiti ada di mana-mana dan telah menyebabkan kerusakan signifikan pada bisnis dan sejumlah properti," ujar Bass dalam konferensi pers.
Dia menjelaskan, "Jadi pesan saya kepada Anda adalah: Jika Anda tidak tinggal atau bekerja di pusat kota LA, hindari area tersebut. Penegak hukum akan menangkap individu yang melanggar jam malam dan Anda akan dituntut."
Bass mengatakan dia memperkirakan jam malam akan tetap berlaku selama beberapa hari, tetapi menekankan perintah tersebut hanya berlaku untuk sebagian kecil kota, yang mencakup 502 mil persegi (1.300 km persegi).
"Saya pikir penting untuk menunjukkan hal ini, bukan untuk meremehkan vandalisme dan kekerasan yang telah terjadi di sana – itu signifikan – karena sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi di 1 mil persegi ini tidak memengaruhi kota," papar Bass.
Dia menjelaskan, "Beberapa gambaran protes dan kekerasan memberikan kesan ini adalah krisis di seluruh kota, dan sebenarnya tidak."
Perintah Bass muncul saat protes terhadap penggerebekan pemerintahan Trump terhadap tersangka migran tidak berdokumen memasuki malam kelima di Los Angeles, dan saat demonstrasi menyebar ke puluhan kota AS lainnya, termasuk New York, Chicago, dan Atlanta.
Baca juga: Sejumlah Toko dan Restoran Dijarah saat Kerusuhan Los Angeles, 500 Marinir AS Berjaga
“Demokrasi tengah diserang tepat di depan mata kita, saat yang kita takutkan telah tiba,” ujar dia dalam pidatonya.
Newsom mengecam penggunaan kekuatan militer oleh Trump sebagai "penyalahgunaan kekuasaan yang terang-terangan".
"Saat itulah spiral kemerosotan dimulai. Ia menggandakan pengerahan Garda Nasional yang berbahaya dengan mengipasi api lebih keras, dan presiden - ia melakukannya dengan sengaja," tegas Newsom.
Newsom, yang telah mengajukan gugatan terhadap pengerahan pasukan oleh pemerintahan Trump yang bertentangan dengan keinginannya, mengatakan presiden telah melepaskan "jaring militer" yang menyasar "tukang cuci piring, tukang kebun, buruh harian, dan penjahit" alih-alih penjahat yang kejam.
"Itu hanyalah kelemahan-kelemahan yang menyamar sebagai kekuatan. Pemerintah Donald Trump tidak melindungi masyarakat kita, mereka membuat masyarakat trauma, dan tampaknya itulah intinya," ungkap Newsom. "California akan terus berjuang."
"Jika beberapa dari kita dapat diculik dari jalan tanpa surat perintah, hanya berdasarkan kecurigaan atau warna kulit, maka tidak seorang pun dari kita yang aman," papar dia.
Dia menjelaskan, “Rezim otoriter mulai dengan menyasar orang-orang yang paling tidak mampu membela diri. Namun, mereka tidak berhenti di situ.”
Newsom berbicara pada hari kelima protes di Los Angeles dan tak lama setelah wali kota Los Angeles, Karen Bass, mengumumkan jam malam untuk beberapa bagian pusat kota yang katanya akan berlangsung selama beberapa hari.
Jam malam berlaku untuk 1 mil persegi (2,6 km persegi) di area pusat kota.
“Jam malam itu berlaku mulai pukul 8 malam pada hari Selasa (10/6/2025) hingga pukul 6 pagi pada hari Rabu (03:00 GMT hingga 13:00 GMT Rabu),” ungkap Bass.
"Banyak bisnis kini telah terpengaruh atau dirusak. Tadi malam, ada 23 bisnis yang dijarah, dan saya pikir jika Anda berkendara melalui pusat kota LA, grafiti ada di mana-mana dan telah menyebabkan kerusakan signifikan pada bisnis dan sejumlah properti," ujar Bass dalam konferensi pers.
Dia menjelaskan, "Jadi pesan saya kepada Anda adalah: Jika Anda tidak tinggal atau bekerja di pusat kota LA, hindari area tersebut. Penegak hukum akan menangkap individu yang melanggar jam malam dan Anda akan dituntut."
Bass mengatakan dia memperkirakan jam malam akan tetap berlaku selama beberapa hari, tetapi menekankan perintah tersebut hanya berlaku untuk sebagian kecil kota, yang mencakup 502 mil persegi (1.300 km persegi).
"Saya pikir penting untuk menunjukkan hal ini, bukan untuk meremehkan vandalisme dan kekerasan yang telah terjadi di sana – itu signifikan – karena sangat penting untuk mengetahui apa yang terjadi di 1 mil persegi ini tidak memengaruhi kota," papar Bass.
Dia menjelaskan, "Beberapa gambaran protes dan kekerasan memberikan kesan ini adalah krisis di seluruh kota, dan sebenarnya tidak."
Perintah Bass muncul saat protes terhadap penggerebekan pemerintahan Trump terhadap tersangka migran tidak berdokumen memasuki malam kelima di Los Angeles, dan saat demonstrasi menyebar ke puluhan kota AS lainnya, termasuk New York, Chicago, dan Atlanta.
Baca juga: Sejumlah Toko dan Restoran Dijarah saat Kerusuhan Los Angeles, 500 Marinir AS Berjaga
(sya)
Lihat Juga :