India Makin Merana, Mengandalkan Pesawat Tua hingga Keterlambatan Pengiriman

Minggu, 08 Juni 2025 - 15:35 WIB
loading...
A A A
"Peristiwa selama 90 jam itu menggarisbawahi peran penting dan menentukan Angkatan Udara India. "Itu adalah penerapan kekuatan udara yang berkelanjutan dan berdampak, yang menargetkan infrastruktur dan kemampuan musuh yang kritis," kata Nambiar kepada DW.

"Sementara pertimbangan geopolitik yang lebih luas dan tindakan oleh angkatan bersenjata lain memainkan perannya, kampanye udara ofensif tidak diragukan lagi merupakan faktor utama yang mematahkan keinginan musuh untuk melanjutkan konflik," tambahnya.

Pada saat yang sama, konfrontasi udara juga menyoroti pengaruh teknologi militer Tiongkok yang semakin besar, dengan Pakistan dilaporkan menggunakan jet tempur J-10C buatan Tiongkok dan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15.

Penempatan ini telah menarik perhatian global, terutama dari AS dan negara-negara Barat, karena menandakan kemampuan Tiongkok yang semakin maju dalam peperangan udara.

6. Mempersiapkan Perang Masa Depan

Konark Rai, direktur pelaksana Rudram Dynamics, perusahaan rintisan pertahanan, mengatakan bentrokan baru-baru ini bukan hanya ujian bagi angkatan bersenjata India tetapi juga ujian stres bagi industri pertahanannya.

"Ketika perang atau keadaan darurat nasional melanda dan produksi massal tiba-tiba diperlukan, perusahaan-perusahaan ini goyah. Bukan karena kurangnya upaya atau inovasi, tetapi karena sistem yang mereka gunakan tidak memberdayakan mereka untuk meningkatkan skala sesuai permintaan," kata Rai kepada DW.

Rai mengatakan saatnya telah tiba untuk reformasi struktural.

"Pertama, sistem L1 atau penawar terendah yang kuno dan uji coba Tanpa Biaya Tanpa Komitmen (NCNC) harus dipikirkan kembali," kata Rai, mengacu pada proses dalam akuisisi pertahanan di mana pemerintah tidak menanggung biaya uji coba atau berkomitmen untuk membeli produk setelah uji coba.

Meskipun mengakui uji tuntas diperlukan, Rai menunjukkan bahwa menggelar uji coba tanpa komitmen sangat berisiko dan mahal. Ia mengklaim proses tersebut membuat perusahaan, terutama yang kecil dan menengah, enggan berkontribusi pada pengadaan pertahanan.

"Pendekatan yang lebih baik adalah bagi pasukan pertahanan untuk secara proaktif mencari teknologi di seluruh negeri bekerja sama dengan perguruan tinggi setempat, daripada hanya dengan lembaga-lembaga penting nasional," tambahnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Menpar: Prambanan Jadi...
Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Usia Tembus Seabad,...
Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101
Rekomendasi
Jayden Adams Tutup Usia,...
Jayden Adams Tutup Usia, Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir
Norwegia vs Inggris...
Norwegia vs Inggris Imbang 1-1: Laga Lanjut ke Extra Time
Cerita Rudi Margono...
Cerita Rudi Margono Ditunjuk Jadi Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Berita Terkini
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved