India Makin Merana, Mengandalkan Pesawat Tua hingga Keterlambatan Pengiriman

Minggu, 08 Juni 2025 - 15:35 WIB
loading...
India Makin Merana,...
India makin merana karena mengandalkan pesawat tua. Foto/X/@NewsIADN
A A A
NEW DELHI - Dalam ketidaksetujuan publik yang tidak biasa terhadap ekosistem manufaktur senjata India, kepala Angkatan Udara India (IAF) Amar Preet Singh menyesalkan penundaan yang mengganggu proyek pertahanan negara itu dan mendesak akuntabilitas.

Berbicara di sebuah pertemuan industri terkemuka di ibu kota New Delhi minggu lalu, di hadapan Menteri Pertahanan Rajnath Singh, kepala angkatan udara menyatakan bahwa jadwal kontrak secara rutin tidak realistis dan mempertanyakan kredibilitas mendasar dari janji-janji pengiriman yang dibuat oleh perusahaan pertahanan sektor publik.

"Sering kali, kami tahu saat menandatangani kontrak bahwa sistem tersebut tidak akan pernah datang. Tidak ada satu pun proyek yang dapat saya pikirkan telah selesai tepat waktu," kata Singh, mengacu pada tenggat waktu yang disepakati pada saat penandatanganan kontrak, dilansir DW.

"Mengapa kita harus menjanjikan sesuatu yang tidak dapat dicapai?" tanya Singh.

Sambil menunjuk pada perubahan sifat dan lanskap peperangan yang melibatkan teknologi pesawat nirawak, kepala angkatan udara mendesak pengenalan teknologi baru yang tepat waktu ke dalam angkatan bersenjata.

India Makin Merana, Mengandalkan Pesawat Tua hingga Keterlambatan Pengiriman

1. India Bermaksud Merombak Ekosistem Pertahanan

Selama beberapa tahun, IAF telah menghadapi penundaan berulang kali dalam pengiriman pesawat baru, terutama jet tempur multiperan dalam negeri Tejas Mk1A. Misalnya, belum ada satu pun Tejas Mk1A dari pesanan tahun 2021 yang dikirimkan meskipun telah berulang kali diyakinkan akan segera tiba.

Komentar terbaru Singh muncul setelah bentrokan bersenjata baru-baru ini antara India dan Pakistan, di mana angkatan udara India menggunakan pesawat berawak bersama dengan pesawat nirawak, yang memungkinkan serangan lebih dalam ke wilayah udara Pakistan.

Konfrontasi udara itu merupakan respons terhadap serangan mematikan oleh penyerang Islamis yang menewaskan 26 orang, sebagian besar pria Hindu, di Kashmir yang dikelola India.

New Delhi menuduh Pakistan mendukung serangan itu, tuduhan yang dibantah Islamabad.

Selama empat hari bentrokan sengit, muncul laporan tentang kerugian pesawat dan tantangan integrasi.

Menteri pertahanan Pakistan mengklaim tiga jet tempur India telah ditembak jatuh selama pertempuran, meskipun hal ini tidak diverifikasi secara independen.

Kepala staf pertahanan India mengatakan kepada Reuters minggu lalu bahwa India menderita kerugian di udara, tetapi menolak memberikan rincian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Perluas Ekspansi Senjata ke Timur Tengah via Pakistan
Menpar: Prambanan Jadi...
Menpar: Prambanan Jadi Jembatan Pariwisata Budaya dan Spiritual Indonesia-India
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
Usia Tembus Seabad,...
Usia Tembus Seabad, Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Ulang Tahun Ke-101
Rekomendasi
Kane vs Haaland: Duel...
Kane vs Haaland: Duel Mesin Gol Penentu Tiket Semifinal
Pukat UGM: Penetapan...
Pukat UGM: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bisa Gugur Bila Tanpa Pemeriksaan
Jayden Adams Tutup Usia,...
Jayden Adams Tutup Usia, Panggung Piala Dunia 2026 Jadi Penampilan Terakhir
Berita Terkini
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved