Kapal Bermuatan 3.048 Mobil, Termasuk 751 Kendaraan Listrik, Terbakar di Dekat Alaska

Jum'at, 06 Juni 2025 - 05:52 WIB
loading...
Kapal Bermuatan 3.048...
Kapal kargo berbendera Liberia yang membawa 3.048 unit mobil, termasuk 751 mobil listrik murni dan hybrid, telah terbakar di perairan lepas pantai Alaska. Foto/X @USCGAlaska
A A A
WASHINGTON - Sebuah kapal kargo berbendera Liberia yang membawa 3.048 unit mobil, termasuk 751 mobil listrik murni dan hybrid, telah terbakar di perairan lepas pantai Alaska, pada hari Rabu waktu setempat. Sebanyak 22 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.

Menurut pernyataan resmi dari Zodiac Maritime, perusahaan pengelola kapal yang berbasis di London, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi setelah upaya memadamkan api dinyatakan gagal.

Api pertama kali terlihat dari dek yang memuat kendaraan listrik, meskipun hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah itu menjadi sumber awal kebakaran.

Baca Juga: Kapal Felicity Ace Tenggelam Bersama 3.965 Mobil Mewah, Porsche Disalahkan

Kapal yang diketahui bernama Morning Midas itu ditemukan sekitar 300 mil (sekitar 480 kilometer) di barat daya Adak, Alaska.

Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) melalui media sosial X menyatakan bahwa kapal tersebut memuat total 3.048 kendaraan, terdiri dari 70 unit mobil listrik murni (battery electric vehicles) dan 681 unit kendaraan hybrid parsial.

Tiga kapal telah dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman dan penyelamatan, sementara kapal penjaga pantai Cutter Munro, pesawat udara C-130J Super Hercules, dan helikopter MH-60T Jayhawk juga turut dikerahkan ke lokasi kejadian.

Asap masih mengepul dari kapal, sehingga belum dapat dipastikan berapa jumlah pasti mobil yang terbakar.

Juru bicara Penjaga Pantai AS, Laksamana Madya Megan Dean, menyampaikan apresiasi atas aksi heroik dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi dan turut membantu penyelamatan.

"Kami sangat menghargai tindakan para kru dari kapal Cosco Hellas dan dua kapal lainnya yang telah berjasa menyelamatkan 22 nyawa," ujarnya, seperti dikutip dari Reuters,Jumat (6/6/2025).

Kapal Morning Midas diketahui berangkat dari pelabuhan Yantai, China, pada 26 Mei lalu dan sedang dalam pelayaran menuju pelabuhan Lazaro Cardenas di Meksiko.

Tragedi ini kembali mengangkat kekhawatiran global terhadap risiko kebakaran kapal yang membawa kendaraan listrik, khususnya yang menggunakan baterai lithium-ion.

Laporan dari Allianz Commercial mengungkapkan bahwa industri maritim dunia masih menghadapi tantangan besar terhadap potensi kebakaran dari baterai lithium-ion, yang diketahui dapat terbakar secara hebat dan bahkan bisa menyala kembali meskipun telah dipadamkan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Sumber kebakaran pada baterai lithium-ion umumnya berasal dari cacat produksi, kerusakan fisik, atau kualitas material yang rendah. Dalam konteks kapal kargo, alat pemadam kebakaran yang tersedia sering kali tidak memadai untuk menangani jenis kebakaran semacam ini.

Namun demikian, data dari Badan Kontinjensi Sipil Swedia menunjukkan bahwa tingkat insiden kebakaran pada mobil listrik tetap sangat rendah. Dari 611.000 kendaraan listrik di Swedia, hanya tercatat 23 kasus kebakaran (0,004 persen), jauh lebih kecil dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel yang mengalami 34.000 kasus kebakaran (0,08 persen dari total 4,4 juta unit).

Insiden ini juga mengingatkan dunia pada tragedi tiga tahun silam ketika kapal Felicity Ace yang membawa 4.000 mobil mewah, termasuk merek Porsche dan Bentley, terbakar dan akhirnya tenggelam di dekat Azores, Portugal. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai USD400 juta.

Saat ini, fokus utama Zodiac Maritime adalah pada upaya penyelamatan kapal dan mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut. Belum ada informasi mengenai jenis kendaraan atau merek mobil yang berada di dalam kapal Morning Midas.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi industri pelayaran internasional untuk memperketat standar keselamatan dalam pengangkutan kendaraan listrik dan meningkatkan sistem pemadaman kebakaran di atas kapal.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
8 Bank Bangkrut Sepanjang...
8 Bank Bangkrut Sepanjang Januari-Juni 2026, Ini Daftarnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Vajiralongkorn, Raja...
Vajiralongkorn, Raja Terkaya di Dunia yang Miliki 52 Kapal Emas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved