Bela Israel, AS Sendirian Memveto Resolusi Gencatan Senjata Gaza

Kamis, 05 Juni 2025 - 11:50 WIB
loading...
Bela Israel, AS Sendirian...
Amerika Serikat sendirian memveto resolusi DK PBB yang serukan gencatan senjata di Gaza. Foto/Misi AS untuk PBB
A A A
NEW YORK - Amerika Serikat (AS) sendirian memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menyerukan gencatan senjata segera dan tanpa syarat di Jalur Gaza. Tindakan Amerika ini keterlaluan mengingat situasi di wilayah tersebut telah memprihatinkan akibat perang brutal Israel.

Dari 15 anggota DK PBB, sebanyak 14 memberikan suara mendukung resolusi gencatan senjata di Gaza. Sedangkan Amerika menjadi satu-satunya anggota yang memberikan suara menentang.

Dorothy Shea, perwakilan sementara AS di PBB, membela veto tersebut selama pidatonya di DK PBB. Dia mengeklaim bahwa resolusi tersebut gagal mengutuk Hamas atau menuntut pelucutan senjata dan penarikan pasukannya dari Gaza.

Baca Juga: AS Peringatkan Inggris dan Prancis agar Tidak Mengakui Negara Palestina

“Setiap produk yang merusak keamanan sekutu dekat kami, Israel, tidak akan berhasil,” kata Shea, menjelaskan veto tersebut, seperti dikutip Reuters, Kamis (5/6/2025).

Shea menekankan upaya berkelanjutan Washington untuk mengamankan pembebasan para sandera yang ditawan oleh Hamas, termasuk empat warga negara Amerika.

Dia juga mengeklaim bahwa Hamas telah menolak upaya gencatan senjata sebelumnya, dan bahwa DK PBB tidak boleh, dalam kata-katanya, “memberanikan” kelompok tersebut sementara kelompok itu terus mengancam Israel.

“Amerika Serikat telah menegaskan bahwa kami tidak akan mendukung tindakan apa pun yang gagal mengutuk Hamas dan tidak menyerukan Hamas untuk melucuti senjata dan meninggalkan Gaza,” katanya.

Dia juga mengkritik PBB karena tidak memasukkan Hamas dalam daftar organisasi teroris.

Sebaliknya, perwakilan Inggris mendukung resolusi tersebut, dengan mengutip krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza.

Utusan Slovenia menyuarakan seruan untuk segera mengakhiri perang dan mendesak pembebasan para sandera syarat.

Menurut laporan Reuters, AS telah memberi tahu Israel tentang niatnya untuk memveto resolusi tersebut.

Pemungutan suara tersebut menandai upaya DK PBB pertama untuk meloloskan resolusi terkait Gaza sejak November 2024, ketika AS juga memblokir proposal gencatan senjata di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Resolusi terbaru yang diadopsi muncul pada Juni 2024, ketika DK PBB mendukung rencana gencatan senjata multi-fase yang didukung AS yang terkait dengan pembebasan sandera Israel. Perjanjian itu tidak dilaksanakan hingga Januari 2025 dan kemudian dilanggar oleh Israel.

Resolusi yang diblokir tersebut menyerukan "gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen" dan pembebasan tawanan tanpa prasyarat.

Resolusi itu juga menyoroti "situasi kemanusiaan yang sangat buruk" di Gaza dan mendesak pencabutan segera semua pembatasan bantuan kemanusiaan, memastikan distribusinya yang aman dan meluas oleh organisasi, termasuk PBB.

Resolusi di DK PBB memerlukan setidaknya sembilan suara yang mendukung dan tidak ada veto dari lima anggota tetap—AS, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.

Dalam sebuah pernyataan segera setelah pemungutan suara, kelompok perlawanan Palestina; Hamas, mengatakan bahwa veto Amerika mencerminkan "bias buta Washington terhadap pemerintah pendudukan," menuduh AS terus mendukung "kejahatan terhadap kemanusiaan Israel di Gaza."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Berita Terkini
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved