Hamas Siap Bebaskan 10 Sandera tapi Tuntut Gencatan Senjata Permanen, AS dan Israel Menolak

Minggu, 01 Juni 2025 - 11:07 WIB
loading...
A A A
Hamas telah lama menyatakan bahwa kesepakatan apa pun harus meletakkan jalan menuju akhir perang secara permanen.

Israel telah menolak prospek itu, bersikeras pada perlunya menghancurkan kelompok itu untuk mencegah terulangnya serangan Oktober 2023 yang memicu perang Gaza.

Baru-baru ini, Israel meningkatkan kampanye pengebomannya di Gaza dalam upaya untuk mengalahkan Hamas.

“Meskipun Israel telah menyetujui kerangka kerja Witkoff yang diperbarui untuk pembebasan sandera kami, Hamas terus berpegang teguh pada penolakannya,” kata kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa balasan kelompok itu “tidak dapat diterima dan menghambat proses”.

“Israel akan melanjutkan upayanya untuk membawa pulang sandera kami dan mengalahkan Hamas," imbuh kantor Netanyahu.

Terobosan dalam negosiasi sulit dicapai sejak gencatan senjata sebelumnya gagal pada 18 Maret dengan dimulainya kembali operasi militer Israel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa kedua belah pihak “sangat dekat dengan kesepakatan”.

Dua sumber yang dekat dengan negosiasi tersebut mengatakan proposal Witkoff melibatkan gencatan senjata selama 60 hari, yang berpotensi diperpanjang hingga 70 hari.

Itu akan mencakup pembebasan lima sandera yang masih hidup dan sembilan jenazah sandera sebagai ganti pembebasan sejumlah tahanan Palestina selama minggu pertama, diikuti oleh pertukaran kedua pada minggu berikutnya, kata sumber tersebut.

Gaza Jadi Tempat Paling Kelaparan di Bumi


Dari 251 sandera yang disandera selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, 57 orang masih berada di Gaza, termasuk 34 orang yang menurut militer Israel telah tewas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Ini Alasan Wali Kota...
Ini Alasan Wali Kota New York Mamdani Bersikeras Tangkap Netanyahu
Rekomendasi
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
5 Kebiasaan yang Bikin...
5 Kebiasaan yang Bikin Pencernaan Sehat dan Menurunkan Berat Badan
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved