China Diduga Uji Terbang FC-31, Pesaing Jet Tempur Siluman F-35 AS

Selasa, 08 September 2020 - 08:45 WIB
loading...
China Diduga Uji Terbang...
Foto dari dugaan uji terbang prototipe pesawat jet tempur siluman FC-31 China. Foto/Weibo/South China Morning Post
A A A
BEIJING - Perusahaan penerbangan milik negara China diduga telah menguji terbang prototipe jet tempur siluman barunya, FC-31 Gyrfalcon. FC-31 dirancang sebagai pesaing jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS).

Menurut foto saksi mata yang dipublikasikan di Weibo, prototipe terbaru dari jet tempur generasi kelima FC-31 Gyrfalcon terindikasi telah mengalami sejumlah modifikasi. Menurut laporan South China Morning Post, Selasa (8/9/2020), foto yang dipublikasikan itu belum bisa diverifikasi. (Baca: China Akui Jet Tempur Siluman J-20 Terinspirasi Pesawat AS )

Pesawat siluman baru China ini digambarkan menggunakan afterburner yang menghabiskan bahan bakar saat naik ke ketinggian, dengan logo pengembang milik negara Aviation Industry Corporation of China (AVIC) terlihat jelas di ekor jet tempur.

Berbeda dari versi sebelumnya, prototipe terbaru tidak lagi memiliki perangkat pengukur kecepatan udara yang terletak di hidung jet tempur, menunjukkan itu bisa diganti dengan avionik yang dipasang seperti radaractive electronically scanned array atau AESA.

Kanopi transparan di atas kokpit juga terihat telah berubah menjadi desain yang lebih mirip dengan yang digunakan pada pesawat tempur siluman China lainnya, J-20.

Menurut foto tersebut, kemungkinan juga ada modifikasi untuk meningkatkan hambatan angin jet tempur. (Baca: Jet Su-57 Rusia atau J-31 China, Opsi Turki Gantikan F-35 AS )

Namun, pesawat itu mempertahankan mesin turbofan kembar WS-13 dari FC-31 sebelumnya. Mesin ini didasarkan pada desain Soviet tahun 1970-an dan dipandang sebagai batasan dalam hal fungsi dan kemampuan siluman jet tempur.

FC-31 adalah jet tempur siluman kedua yang dikembangkan di dalam negeri China setelah J-20. Pesawat FC-31 melakukan penerbangan perdananya pada tahun 2012 dan telah muncul di sejumlah pertunjukan udara dengan harapan menarik pembeli asing.

Meski sudah sering dipamerkan, Angkatan Udara China masih menolak untuk memesannya. Kendati demikian, jet tempur itu memang dirancang untuk digunakan oleh layanan militer tersebut.

Menurut analis militer, kemajuan terbaru pada FC-31 menunjukkan pengembangnya telah mengalihkan fokus ke versi Angkatan Laut dari pesawat tempur siluman, terutama setelah unit penelitian dan pengembangan AVIC mengatakan pihaknya bertujuan untuk mulai menguji jet baru tahun depan.

Menjadi lebih ringan dan lebih kecil dari J-20, FC-31 bisa lebih cocok untuk kapal induk generasi berikutnya Angkatan Laut PLA, yang diharapkan memiliki sistem peluncuran ketapel dan akan membutuhkan pesawat tempur siluman yang lebih canggih daripada J-15, satu-satunya pesawat tempur berbasis kapal induk yang beroperasi. (Baca juga: Hebat! Pesawat Tempur F-16 TNI AU Bisa Tembak 4 Target Sekaligus Tanpa Melihat )

FC-31 memiliki spesifikasi yang sangat mirip dengan F-35 Lightning II. Pesawat ini memiliki berat lepas landas maksimum 25 ton, jarak tempuh 1.200 km (746 mil) dan kecepatan tertinggi Mach 1,8, atau 2.205 km/jam (1.370mph).

Sebagai perbandingan, F-35 memiliki berat lepas landas maksimum 27 hingga 32 ton, jangkauan hingga 2.200 km (1.367 mil), dan kecepatan tertinggi Mach 1,6. FC-31 China memiliki muatan senjata 8 ton, sedangkan F-35 Amerika memiliki muatan senjata 6,8 hingga 8,1 ton.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
Sunscreen Ringan Jadi...
Sunscreen Ringan Jadi Pilihan Perlindungan Kulit Harian di Iklim Tropis
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Berita Terkini
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved