Inilah Torpedo Poseidon, Senjata Rusia yang Bisa Jadi Pemicu Kiamat Dunia

Kamis, 29 Mei 2025 - 16:01 WIB
loading...
Inilah Torpedo Poseidon,...
Ilustrasi torpedo kiamat yang dibuat Rusia. Foto/usni.org
A A A
MOSKOW - Rusia memiliki reputasi sebagai salah satu negara dengan kekuatan militer mumpuni. Tak sebatas jumlah tentara, negara pimpinan Vladimir Putin ini punya sejumlah senjata militer canggih berkemampuan mengerikan.

Melihat ke belakang, sejumlah pengembangan senjata Rusia bahkan disebut bisa menjadi pemicu kiamat. Dari sekian banyak jenisnya, salah satunya berupa torpedo nuklir bernama ‘Poseidon’.

Senjata ini bukan sekadar torpedo biasa, melainkan alat penghancur bertenaga nuklir yang dijuluki sebagai "doomsday weapon" alias senjata kiamat.

Pengembangannya sendiri menjadi bagian dari strategi militer Rusia untuk menyeimbangkan dominasi teknologi militer Barat dan menciptakan senjata baru yang benar-benar menakutkan.

Apa itu Torpedo Poseidon Rusia?


Poseidon atau dikenal juga dengan nama Status-6 digadang-gadang menjadi senjata mematikan yang telah dikembangkan Rusia.

Sejumlah sumber menyebut senjata ini sudah dikembangkan sejak 2015 dan dirancang untuk menembus sistem pertahanan musuh, serta memastikan kekuatan serangan balasan Rusia dalam skenario perang nuklir.

Berbeda dengan rudal balistik yang diluncurkan dari darat atau udara, Poseidon dirancang untuk beroperasi di bawah laut dalam jangka waktu panjang dan dapat bergerak secara otonom.

Para ahli strategi memperingatkan torpedo nuklir ini berpotensi menghancurkan kota pesisir, menyebabkan banjir radioaktif, dan mengakibatkan jutaan kematian jika digunakan.

Melansir Popular Mechanics, Poseidon diklaim mampu menghancurkan seluruh daerah pesisir serta memicu tsunami radioaktif.

Akurasinya juga disebut tepat karena didesain untuk melintasi seluruh lautan sebelum akhirnya meledakan hulu termonuklir terhadap target yang ditentukan.

Pada laporan awal, Poseidon dikatakan punya panjang sekitar 65 kaki dan lebar 6,5 kaki. Senjata ini memiliki hulu ledak termonuklir 100 megaton.

Selain daya ledaknya, Poseidon juga dicampur dengan kandungan radioaktif yang bisa membuat daerah sekitarnya terkontaminasi bahaya dan tidak dapat dihuni selama bertahun-tahun.

Ada juga yang menyebut torpedo nuklir ini dilengkapi dengan sistem navigasi dan kecerdasan buatan yang memungkinkannya menghindari deteksi sonar serta pertahanan anti-kapal selam.

Pengembangan Poseidon tentu memicu kekhawatiran di berbagai negara, terutama di Barat. Beberapa analis menyebutnya sebagai upaya Rusia untuk mengubah lanskap strategi pertahanan global dan menciptakan ketakutan baru.

Namun, banyak pula yang mempertanyakan urgensi dan moralitas di balik pengembangan senjata seperti ini.

Dalam konteks politik global yang rapuh, keberadaan Poseidon justru dianggap bisa menambah potensi eskalasi konflik yang bisa berujung pada bencana besar.

Meski nantinya tak pernah digunakan secara nyata, fakta senjata seperti ini ada saja sudah cukup untuk membuat dunia waspada dan cemas. Bahkan, sebagian tak segan menyebut Poseidon sebagai "senjata kiamat" buatan Rusia.

Baca juga: Bak Film Zombie, Massa Kelaparan Serbu Pusat Bantuan Gaza, Personel AS dan Israel Kabur
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 2: Hancurnya Rumah Tangga Mila, Jaka Terpojok!
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved