Trump Sebut Putin Bermain Api, Medvedev Langsung Warning Perang Dunia III
Kamis, 29 Mei 2025 - 13:52 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebut Presiden Rusia Vladimir Putin bermain api dengan melanjutkan perangnya melawan Ukraina. Foto/Ilustrasi SINDO News
A
A
A
MOSKOW - Mantan pemimpin Kremlin, Dmitry Medvedev, memperingatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang satu hal yang sangat buruk, yakni Perang Dunia III. Peringatan itu disampaikan setelah Trump menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin "bermain api" dengan melanjutkan perang melawan Ukraina.
Peringatan Medvedev muncul saat Trump mengatakan dia benar-benar akan mempertimbangkan sanksi baru terhadap Moskow di tengah pemboman rudal dan pesawat nirawak di Ukraina yang menewaskan banyak orang.
"Mengenai kata-kata Trump tentang Putin yang 'bermain api' dan 'hal-hal yang sangat buruk' terjadi di Rusia. Saya hanya tahu satu hal yang sangat buruk-Perang Dunia III. Saya harap Trump memahami ini!" tulis Medvedev dalam sebuah posting di X, yang dikutip NDTV, Kamis (29/5/2025).
Baca Juga: Donald Trump Sebut Perang Dunia III Tak Begitu Jauh, tapi...
Medvedev menjabat sebagai Presiden Rusia antara tahun 2008 hingga 2012 dan Perdana Menteri Rusia antara tahun 2012 hingga 2020.
Kekecewaan Trump atas kegagalannya mengakhiri perang, yang katanya dapat diselesaikannya dalam waktu 24 jam, memuncak selama akhir pekan setelah serangan pesawat nirawak terbesar Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di Ukraina.
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, tetapi Putin telah dituduh menghambat perundingan damai.
Pada hari Selasa, Trump memperingatkan Putin tentang konsekuensi serius, dengan mengatakan, "Yang tidak disadari Vladimir Putin adalah bahwa jika bukan karena saya, banyak hal yang sangat buruk sudah akan terjadi pada Rusia, dan maksud saya sangat buruk. Dia bermain api!"
Meskipun Trump tidak menyebutkan apa konsekuensi seriusnya, Wall Street Journal dan CNN melaporkan bahwa politisi Partai Republik tersebut kini mempertimbangkan sanksi baru paling cepat minggu ini.
Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu lalu bahwa dia benar-benar mempertimbangkan langkah tersebut.
Sementara itu, Moskow, yang menginvasi Ukraina pada sejak Februari 2022, tidak bereaksi terhadap komentar Trump pada hari Selasa, tetapi sebelumnya berusaha menyalahkan Ukraina atas kebuntuan tersebut.
Moskow bersikeras bahwa pihaknya menanggapi serangan Ukraina yang meningkat terhadap warga sipilnya sendiri dan menuduh Kyiv mencoba mengganggu upaya perdamaian. Pihak berwenang Rusia mengatakan hampir 150 pesawat nirawak Ukraina telah dicegat, termasuk 33 yang menuju Moskow.
Peringatan Medvedev muncul saat Trump mengatakan dia benar-benar akan mempertimbangkan sanksi baru terhadap Moskow di tengah pemboman rudal dan pesawat nirawak di Ukraina yang menewaskan banyak orang.
"Mengenai kata-kata Trump tentang Putin yang 'bermain api' dan 'hal-hal yang sangat buruk' terjadi di Rusia. Saya hanya tahu satu hal yang sangat buruk-Perang Dunia III. Saya harap Trump memahami ini!" tulis Medvedev dalam sebuah posting di X, yang dikutip NDTV, Kamis (29/5/2025).
Baca Juga: Donald Trump Sebut Perang Dunia III Tak Begitu Jauh, tapi...
Medvedev menjabat sebagai Presiden Rusia antara tahun 2008 hingga 2012 dan Perdana Menteri Rusia antara tahun 2012 hingga 2020.
Trump Kecewa dengan Putin
Kekecewaan Trump atas kegagalannya mengakhiri perang, yang katanya dapat diselesaikannya dalam waktu 24 jam, memuncak selama akhir pekan setelah serangan pesawat nirawak terbesar Rusia menewaskan sedikitnya 13 orang di Ukraina.
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir, tetapi Putin telah dituduh menghambat perundingan damai.
Pada hari Selasa, Trump memperingatkan Putin tentang konsekuensi serius, dengan mengatakan, "Yang tidak disadari Vladimir Putin adalah bahwa jika bukan karena saya, banyak hal yang sangat buruk sudah akan terjadi pada Rusia, dan maksud saya sangat buruk. Dia bermain api!"
Meskipun Trump tidak menyebutkan apa konsekuensi seriusnya, Wall Street Journal dan CNN melaporkan bahwa politisi Partai Republik tersebut kini mempertimbangkan sanksi baru paling cepat minggu ini.
Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu lalu bahwa dia benar-benar mempertimbangkan langkah tersebut.
Sementara itu, Moskow, yang menginvasi Ukraina pada sejak Februari 2022, tidak bereaksi terhadap komentar Trump pada hari Selasa, tetapi sebelumnya berusaha menyalahkan Ukraina atas kebuntuan tersebut.
Moskow bersikeras bahwa pihaknya menanggapi serangan Ukraina yang meningkat terhadap warga sipilnya sendiri dan menuduh Kyiv mencoba mengganggu upaya perdamaian. Pihak berwenang Rusia mengatakan hampir 150 pesawat nirawak Ukraina telah dicegat, termasuk 33 yang menuju Moskow.
(mas)
Lihat Juga :