Bak Film Zombie, Massa Kelaparan Serbu Pusat Bantuan Gaza, Personel AS dan Israel Kabur
Rabu, 28 Mei 2025 - 07:34 WIB
loading...
A
A
A
Ia menggambarkannya sebagai “kegagalan yang membawa bencana,” dengan menyatakan pasukan Israel menembaki warga sipil, melukai beberapa orang.
Thawabta mengatakan upaya mendistribusikan bantuan di apa yang disebut “zona penyangga” telah gagal, menyebutnya sebagai upaya yang disengaja oleh pendudukan untuk mengelola dan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah diciptakannya melalui pengepungan, kelaparan, dan pemboman.
Ia menekankan warga sipil yang putus asa dan kelaparan, kekurangan makanan dan obat-obatan selama hampir 90 hari, menyerbu pusat bantuan dalam suasana “tragedi dan keputusasaan.”
Kantor Media Pemerintah Gaza menegaskan kembali penolakannya terhadap “zona penyangga” dan “koridor kemanusiaan” yang diawasi Israel, dengan menegaskan mekanisme ini digunakan sebagai alat pemerasan politik.
Thawabta mengutuk bantuan kemanusiaan sebagai senjata dan mengkritik pencegahan Israel yang terus-menerus terhadap pengiriman bantuan resmi PBB dan LSM melalui penyeberangan yang ditetapkan.
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah perusahaan Amerika, bernama Yayasan Kemanusiaan Gaza, mulai mendistribusikan bantuan sebagai bagian dari rencana gabungan Israel-Amerika.
Inisiatif ini telah ditolak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah organisasi kemanusiaan, yang berpendapat hal itu menggusur warga sipil, membahayakan nyawa, dan mempolitisasi pengiriman bantuan.
Thawabta mengatakan upaya mendistribusikan bantuan di apa yang disebut “zona penyangga” telah gagal, menyebutnya sebagai upaya yang disengaja oleh pendudukan untuk mengelola dan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah diciptakannya melalui pengepungan, kelaparan, dan pemboman.
Ia menekankan warga sipil yang putus asa dan kelaparan, kekurangan makanan dan obat-obatan selama hampir 90 hari, menyerbu pusat bantuan dalam suasana “tragedi dan keputusasaan.”
Kantor Media Pemerintah Gaza menegaskan kembali penolakannya terhadap “zona penyangga” dan “koridor kemanusiaan” yang diawasi Israel, dengan menegaskan mekanisme ini digunakan sebagai alat pemerasan politik.
Thawabta mengutuk bantuan kemanusiaan sebagai senjata dan mengkritik pencegahan Israel yang terus-menerus terhadap pengiriman bantuan resmi PBB dan LSM melalui penyeberangan yang ditetapkan.
Rencana Bantuan AS-Israel Ditolak
Peristiwa itu terjadi hanya beberapa jam setelah perusahaan Amerika, bernama Yayasan Kemanusiaan Gaza, mulai mendistribusikan bantuan sebagai bagian dari rencana gabungan Israel-Amerika.
Inisiatif ini telah ditolak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sejumlah organisasi kemanusiaan, yang berpendapat hal itu menggusur warga sipil, membahayakan nyawa, dan mempolitisasi pengiriman bantuan.
Lihat Juga :