Profil Gamal Abdel Nasser Jr, Cucu Presiden Mesir yang Memperingatkan Bahaya Neokolonialisme Pimpinan AS
Senin, 26 Mei 2025 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Rayakan Hari Yerusalem, Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa
Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa setiap kampanye AS baru-baru ini di wilayah tersebut telah dikaitkan dengan sumber daya alam, termasuk di Irak, Afghanistan, Libya, Suriah, dan Gaza, yang baru-baru ini diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk diubah menjadi Riviera Timur Tengah di bawah kendali Washington. Menurut Nasser, ini semua adalah contoh agenda yang digerakkan oleh sumber daya yang disamarkan sebagai intervensi kemanusiaan.
“Semangat revolusioner harus bangkit lagi… Generasi baru tengah bangkit, bangga akan akarnya, tak takut bicara, dan tak takut berpikir bebas. Monopoli pikiran, seperti kolonialisme sebelumnya, pasti akan runtuh. Dan saat itu terjadi, dunia akan mengingat bahwa kebebasan dimulai dengan keberanian untuk berkata tidak,” ungkapnya.
2. AS Menggunakan Sanksi dan Operasi Militer untuk Mengintimidasi
Dia menekankan bahwa AS – yang pernah menjadi koloni – kini telah mewarisi peran sebagai penegak kekaisaran, khususnya di Timur Tengah dan Afrika. Nasser menuduh Washington menggunakan kebijakan internasional, sanksi, dan operasi militer untuk mengintimidasi atau menggantikan mereka yang berkuasa untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa setiap kampanye AS baru-baru ini di wilayah tersebut telah dikaitkan dengan sumber daya alam, termasuk di Irak, Afghanistan, Libya, Suriah, dan Gaza, yang baru-baru ini diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump untuk diubah menjadi Riviera Timur Tengah di bawah kendali Washington. Menurut Nasser, ini semua adalah contoh agenda yang digerakkan oleh sumber daya yang disamarkan sebagai intervensi kemanusiaan.
3. Tirani Barat Akan Runtuh
"Gagasan bahwa Amerika dapat memiliki wilayah kedaulatan semakin menambah kecurigaan bahwa ada kecenderungan neokolonial yang kuat di pihak AS dan sekutu kolonial lamanya," kata Nasser, seraya menambahkan bahwa "tirani Barat yang baru ini... suatu hari akan runtuh."“Semangat revolusioner harus bangkit lagi… Generasi baru tengah bangkit, bangga akan akarnya, tak takut bicara, dan tak takut berpikir bebas. Monopoli pikiran, seperti kolonialisme sebelumnya, pasti akan runtuh. Dan saat itu terjadi, dunia akan mengingat bahwa kebebasan dimulai dengan keberanian untuk berkata tidak,” ungkapnya.
(ahm)
Lihat Juga :