Paniknya Para Mahasiwa China usai Trump Larang Universitas Havard Terima Pelajar Asing

Minggu, 25 Mei 2025 - 07:56 WIB
loading...
A A A
Namun "kerusakan" sudah telanjur terjadi. Zhang Kaiqi (21), mahasiswa master kesehatan masyarakat, terpaksa membatalkan penerbangannya pulang ke China demi mempertahankan visanya. Dia kehilangan kesempatan magang di sebuah LSM ternama di China. “Saya sedih dan marah. Awalnya saya kira ini hoaks,” keluhnya.

Mahasiswa China kini berbondong-bondong mencari bantuan hukum. Grup-grup WhatsApp mahasiswa internasional penuh dengan diskusi panik dan nasihat dari pengacara yang memperingatkan mereka untuk tidak bepergian, bahkan dengan pesawat domestik, hingga pengumuman resmi keluar dari pihak kampus.

Jumlah mahasiswa China di AS memang telah menurun drastis dari 370.000 pada 2019 menjadi sekitar 277.000 pada 2024, seiring memanasnya hubungan diplomatik antara dua ekonomi terbesar dunia.

Namun Harvard tetap menjadi magnet. Pada 2024, mahasiswa China masih mencakup sekitar 20% dari seluruh mahasiswa asing di kampus tersebut.

Keputusan kontroversial Trump, menurut pihak China, hanya akan merusak citra dan kredibilitas internasional Amerika Serikat. "China akan dengan tegas melindungi hak-hak sah pelajar kami di luar negeri," kata Kementerian Luar Negeri China, seperti dikutip Reuters, Minggu (25/5/2025).

Perlu dicatat, selama dua dekade terakhir, banyak anak pejabat elite China atau yang dikenal dengan istilah “princeling” berkuliah di Harvard, termasuk putri Presiden Xi Jinping, Xi Mingze.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, kampanye anti-korupsi yang digalakkan Xi Jinping membuat sorotan terhadap hubungan keluarga elite dengan negara-negara Barat semakin tajam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Baterai Menyatu Rangka,...
Baterai Menyatu Rangka, Jok Jadi Kasur, Layar Dasbor 2.5K, Leapmotor B10 SUV China Rasa Eropa
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved