Paniknya Para Mahasiwa China usai Trump Larang Universitas Havard Terima Pelajar Asing

Minggu, 25 Mei 2025 - 07:56 WIB
loading...
Paniknya Para Mahasiwa...
Para mahasiwa China di Universitas Havard panik setelah Presiden Donald Trump melarang universitas elite AS itu menerima pelajar asing. Foto/BBC/Facebook Havard University
A A A
WASHINGTON - Gelombang kepanikan mengguncang mahasiswa China di Amerika Serikat (AS), khususnya di Universitas Harvard, setelah pemerintahan Presiden Donald Trump secara tiba-tiba melarang pendaftaran mahasiswa asing ke kampus elite tersebut. Mahasiswa China merupakan kelompok terbesar di antara pelajar asing di Havard.

Kebijakan itu menuduh Universitas Harvard berkoordinasi dengan Partai Komunis China (PKC) dan mengharuskan mahasiswa asing yang sedang menempuh studi untuk segera pindah ke kampus lain—atau kehilangan status hukum mereka sebagai pemegang visa pelajar. Dalam waktu singkat, situasi ini menggemparkan komunitas akademik internasional.

Seorang mahasiswa doktoral fisika asal China bernama Zhang (24), mengungkapkan kekhawatirannya.

“Komunitas China merasa jadi target utama. Teman saya bahkan menyarankan agar saya tidak tinggal di apartemen sekarang, khawatir akan razia dari petugas imigrasi,” ujarnya tanpa menyebutkan nama depan demi alasan keamanan.

Baca Juga: Trump Melarang Universitas Harvard Terima Mahasiswa Asing

Universitas Harvard langsung menyatakan sikap tegas. Dalam pernyataan resminya, universitas tertua di AS itu menyebut kebijakan pemerintah Trump sebagai tindakan “tidak sah” dan berkomitmen penuh untuk membela mahasiswa asingnya.

Sebuah pengadilan distrik AS pun segera mengeluarkan perintah pembekuan sementara terhadap kebijakan itu selama dua pekan, memberi harapan bagi ribuan mahasiswa yang terdampak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Ayahanda Jatuh Sakit,...
Ayahanda Jatuh Sakit, Alasan Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved