Ini Alasan Pasukan Israel Tembaki Para Diplomat Eropa saat Kunjungi Tepi Barat
Jum'at, 23 Mei 2025 - 13:54 WIB
loading...
Pasukan Israel mengumbar tembakan ke arah rombongan diplomat asing, termasuk negara-negara Eropa, saat mengunjungi Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Zionis. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A
A
A
TEL AVIV - Pasukan Israel telah mengumbar tembakan ke arah rombongan diplomat asing, termasuk negara-negara Eropa, saat mengunjungi Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Zionis—pada Rabu. Apa alasan sebenarnya dari tindakan pasukan Zionis tersebut?
Tindakan keterlaluan pasukan Zionis itu memicu kemarahan dunia internasional, termasuk negara-negara Barat.
Militer Israel berdalih tembakan yang dilepaskan pasukannya adalah "tembakan peringatan", meski akhirnya menyesali insiden tersebut.
Otoritas Palestina (PA) menuduh pasukan Zionis sengaja menembaki para delegasi asing di dekat kota Jenin yang menjadi titik api konflik.
Baca Juga: Israel Tembaki Para Diplomat Asing yang Kunjungi Tepi Barat, Dunia Marah
Rekaman video AFP dari Jenin—yang sering menjadi sasaran serangan militer Israel—memperlihatkan para diplomat dan wartawan yang menyertai mereka berlari mencari perlindungan saat tembakan terdengar.
Seorang diplomat Eropa mengatakan para diplomat pergi ke daerah itu untuk melihat kerusakan yang disebabkan oleh serangan militer Israel sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.
Militer Israel beralasan konvoi diplomatik tersebut telah menyimpang dari rute yang disetujui dan memasuki zona terlarang.
"Pasukan melepaskan tembakan peringatan untuk mengarahkan kelompok itu menjauh," kata militer Israel, seraya menambahkan bahwa tidak ada yang terluka dan menyatakan penyesalan atas "ketidaknyamanan yang ditimbulkan".
Assaf Moran, wakil kepala misi Israel di Paris, menyatakan bahwa tidak ada bahaya nyata dan tembakan itu dimaksudkan sebagai peringatan agar delegasi menjauh dari area tersebut.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyebut insiden itu tidak dapat diterima.
"Para diplomat yang sedang melakukan tugasnya tidak boleh ditembak, diserang dengan cara, bentuk, atau rupa apa pun. Keselamatan mereka, kelangsungan hidup mereka, harus dihormati setiap saat," katanya, seperti dikutip The New Arab.
"Para diplomat ini, termasuk personel PBB, ditembaki, dengan tembakan peringatan atau apa pun...yang tidak dapat diterima," ujarnya.
Komunitas internasional yang memiliki perwakilan dalam rombongan tersebut menyuarakan kemarahan dan menuntut penyelidikan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak Israel untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab. Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Uruguay memanggil duta besar Israel atau mengatakan mereka akan mengangkat masalah tersebut secara langsung.
Mesir mengecam penembakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap semua norma diplomatik, sementara Turki menuntut penyelidikan segera.
"Serangan ini harus diselidiki tanpa penundaan dan para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban," kata Kementerian Luar Negeri Turki.
Ahmad al-Deek, penasihat politik untuk Kementerian Luar Negeri Palestina yang mendampingi delegasi tersebut, mengutuk apa yang disebutnya "tindakan sembrono oleh tentara Israel".
"Tindakan tersebut telah memberi kesan kepada delegasi diplomatik tentang kehidupan yang dijalani oleh rakyat Palestina," katanya.
Kantor berita Palestina; Wafa, melaporkan bahwa delegasi tersebut mencakup diplomat dari lebih dari 20 negara termasuk Inggris, China, Mesir, Prancis, Yordania, Turki, dan Rusia.
Tindakan keterlaluan pasukan Zionis itu memicu kemarahan dunia internasional, termasuk negara-negara Barat.
Militer Israel berdalih tembakan yang dilepaskan pasukannya adalah "tembakan peringatan", meski akhirnya menyesali insiden tersebut.
Otoritas Palestina (PA) menuduh pasukan Zionis sengaja menembaki para delegasi asing di dekat kota Jenin yang menjadi titik api konflik.
Baca Juga: Israel Tembaki Para Diplomat Asing yang Kunjungi Tepi Barat, Dunia Marah
Rekaman video AFP dari Jenin—yang sering menjadi sasaran serangan militer Israel—memperlihatkan para diplomat dan wartawan yang menyertai mereka berlari mencari perlindungan saat tembakan terdengar.
Alasan Pasukan Israel Tembaki Para Diplomat Eropa
Seorang diplomat Eropa mengatakan para diplomat pergi ke daerah itu untuk melihat kerusakan yang disebabkan oleh serangan militer Israel sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.
Militer Israel beralasan konvoi diplomatik tersebut telah menyimpang dari rute yang disetujui dan memasuki zona terlarang.
"Pasukan melepaskan tembakan peringatan untuk mengarahkan kelompok itu menjauh," kata militer Israel, seraya menambahkan bahwa tidak ada yang terluka dan menyatakan penyesalan atas "ketidaknyamanan yang ditimbulkan".
Assaf Moran, wakil kepala misi Israel di Paris, menyatakan bahwa tidak ada bahaya nyata dan tembakan itu dimaksudkan sebagai peringatan agar delegasi menjauh dari area tersebut.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyebut insiden itu tidak dapat diterima.
"Para diplomat yang sedang melakukan tugasnya tidak boleh ditembak, diserang dengan cara, bentuk, atau rupa apa pun. Keselamatan mereka, kelangsungan hidup mereka, harus dihormati setiap saat," katanya, seperti dikutip The New Arab.
"Para diplomat ini, termasuk personel PBB, ditembaki, dengan tembakan peringatan atau apa pun...yang tidak dapat diterima," ujarnya.
Komunitas internasional yang memiliki perwakilan dalam rombongan tersebut menyuarakan kemarahan dan menuntut penyelidikan.
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak Israel untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab. Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Uruguay memanggil duta besar Israel atau mengatakan mereka akan mengangkat masalah tersebut secara langsung.
Mesir mengecam penembakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap semua norma diplomatik, sementara Turki menuntut penyelidikan segera.
"Serangan ini harus diselidiki tanpa penundaan dan para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban," kata Kementerian Luar Negeri Turki.
Ahmad al-Deek, penasihat politik untuk Kementerian Luar Negeri Palestina yang mendampingi delegasi tersebut, mengutuk apa yang disebutnya "tindakan sembrono oleh tentara Israel".
"Tindakan tersebut telah memberi kesan kepada delegasi diplomatik tentang kehidupan yang dijalani oleh rakyat Palestina," katanya.
Kantor berita Palestina; Wafa, melaporkan bahwa delegasi tersebut mencakup diplomat dari lebih dari 20 negara termasuk Inggris, China, Mesir, Prancis, Yordania, Turki, dan Rusia.
(mas)
Lihat Juga :