Israel Tembaki Para Diplomat Asing yang Kunjungi Tepi Barat, Dunia Marah

Kamis, 22 Mei 2025 - 10:13 WIB
loading...
Israel Tembaki Para...
Para diplomat asing dan wartawan yang berkunjung ke Jenin, Tepi Barat, Palestina, berlarian setelah pasukan Israel mengumbar tembakan. Foto/India TV News
A A A
TEPI BARAT - Pasukan Israel telah mengumbar tembakan ke arah rombongan diplomat asing saat mengunjungi Tepi Barat—wilayah Palestina yang diduduki Zionis—pada Rabu. Tindakan keterlaluan pasukan Zionis itu memicu kemarahan dunia internasional.

Militer Israel berdalih tembakan yang dilepaskan pasukannya adalah "tembakan peringatan", meski akhirnya menyesali insiden tersebut.

Otoritas Palestina (PA) menuduh pasukan Zionis sengaja menembaki para delegasi asing di dekat kota Jenin yang menjadi titik api konflik.

Rekaman video AFP dari Jenin—yang sering menjadi sasaran serangan militer Israel—memperlihatkan para diplomat dan wartawan yang menyertai mereka berlari mencari perlindungan saat tembakan terdengar.

Baca Juga: Inggris, Prancis, Kanada Ancam Israel Jika Tak Berhenti Serang Gaza

Seorang diplomat Eropa mengatakan para diplomat pergi ke daerah itu untuk melihat kerusakan yang disebabkan oleh serangan militer Israel sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

Militer Israel mengatakan konvoi diplomatik tersebut menyimpang dari rute yang disetujui dan memasuki zona terlarang.

"Pasukan melepaskan tembakan peringatan untuk mengarahkan kelompok itu menjauh," kata militer Israel, seraya menambahkan bahwa tidak ada yang terluka dan menyatakan penyesalan atas "ketidaknyamanan yang ditimbulkan".

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric, menyebut insiden itu tidak dapat diterima.

"Para diplomat yang sedang melakukan tugasnya tidak boleh ditembak, diserang dengan cara, bentuk, atau rupa apa pun. Keselamatan mereka, kelangsungan hidup mereka, harus dihormati setiap saat," katanya, seperti dikutip The New Arab, Kamis (22/5/2025).

"Para diplomat ini, termasuk personel PBB, ditembaki, dengan tembakan peringatan atau apa pun...yang tidak dapat diterima," ujarnya.

Dunia Internasional Marah pada Israel


Komunitas internasional yang memiliki perwakilan dalam rombongan tersebut menyuarakan kemarahan dan menuntut penyelidikan.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mendesak Israel untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab.

Belgia, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Uruguay memanggil duta besar Israel atau mengatakan mereka akan mengangkat masalah tersebut secara langsung.

Mesir mengecam penembakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap semua norma diplomatik, sementara Turki menuntut penyelidikan segera.

"Serangan ini harus diselidiki tanpa penundaan dan para pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban," kata Kementerian Luar Negeri Turki.

Ahmad al-Deek, penasihat politik untuk Kementerian Luar Negeri Palestina yang mendampingi delegasi tersebut, mengutuk apa yang disebutnya "tindakan sembrono oleh tentara Israel".

"Tindakan tersebut telah memberi kesan kepada delegasi diplomatik tentang kehidupan yang dijalani oleh rakyat Palestina," katanya.

Kantor berita Palestina; Wafa, melaporkan bahwa delegasi tersebut mencakup diplomat dari lebih dari 20 negara termasuk Inggris, China, Mesir, Prancis, Yordania, Turki, dan Rusia.

Penderitaan Gaza Tak Tertahankan


Insiden itu terjadi saat kemarahan meningkat atas krisis kemanusiaan di Gaza, tempat warga Palestina berebut pasokan dasar setelah berminggu-minggu terisolasi hampir total.

Blokade bantuan Israel selama dua bulan di Gaza telah dilonggarkan sebagian minggu ini.

Israel meningkatkan serangan militernya pada akhir pekan, bersumpah untuk mengalahkan penguasa Hamas di Gaza, yang serangannya pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel memicu perang.

Israel telah menghadapi tekanan besar, termasuk dari sekutunya, untuk menghentikan serangan intensifnya dan mengizinkan bantuan masuk ke Gaza.

Para menteri luar negeri Uni Eropa pada hari Selasa memerintahkan peninjauan ulang perjanjian kerja sama Uni Eropa dengan Israel.

Swedia mengatakan akan menekan Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi kepada menteri Israel, sementara Inggris menangguhkan negosiasi perdagangan bebas dengan Israel dan memanggil duta besar Israel.

Paus Leo XIV menggambarkan situasi di Gaza sebagai "mengkhawatirkan dan menyakitkan" dan menyerukan "masuknya bantuan kemanusiaan yang cukup".

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan pada Selasa bahwa sedikitnya 3.509 orang telah tewas sejak Israel melanjutkan serangan pada 18 Maret, sehingga jumlah korban perang secara keseluruhan menjadi 53.655 orang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Ingat Besok Jadwal Puasa...
Ingat Besok Jadwal Puasa Tasua, Ini Bacaan Niatnya!
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved