Hamas Menentang Keras Pemindahan Para Pemimpinnya dari Gaza

Kamis, 22 Mei 2025 - 16:45 WIB
loading...
Hamas Menentang Keras...
Anggota Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas di Khan Yunis, Gaza pada 20 Februari 2025. Foto/Ali Jadallah/Anadolu Agency
A A A
GAZA - Gerakan Perlawanan Palestina, Hamas, dengan tegas menolak gagasan pemindahan para pemimpin perlawanan dari Jalur Gaza.Juru bicara Hamas Jihad Taha menunjukkan pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini mencerminkan kebijakan penghindaran yang berkelanjutan dan hanya muncul sebagai akibat dari meningkatnya tekanan internasional.

Taha menekankan, "Syarat dan perintah Netanyahu sama sekali tidak dapat diterima, dan kami tidak akan meninggalkan senjata perlawanan."

"Kami tidak menerima berita tentang para pemimpin kami dari Netanyahu, dan perlawanan tidak mengeluarkan pernyataan apa pun mengenai Komandan Mohammed Al-Sinwar," papar dia.

Taha juga menyatakan apresiasinya atas posisi Eropa yang mengutuk "agresi Zionis" terhadap rakyat Palestina.

Kritik Barat terhadap pendudukan Israel terus meningkat, khususnya atas serangan militernya yang sedang berlangsung di Gaza dan blokade yang semakin ketat yang mengancam akan memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Gaza telah mengalami kondisi ini selama hampir 20 bulan, dengan Israel dituduh menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.

Pasukan pendudukan Israel, yang didukung oleh dukungan tanpa syarat Amerika Serikat (AS), melanjutkan kampanye militer mereka di Gaza, yang telah mengakibatkan lebih dari 175.000 warga Palestina tewas atau terluka.

Mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak, sementara lebih dari 11.000 lainnya hilang dan diyakini tewas.

Netanyahu mengatakan serangan militer akan terus berlanjut hingga semua tawanan Israel yang ditahan di Gaza dibebaskan dan Hamas turun dari kekuasaan dan para pemimpinnya meninggalkan daerah kantong itu.

Anggota kabinet lainnya menambahkan Israel akan mencaplok sebagian besar wilayah Jalur Gaza yang terkepung, meninggalkan warga Palestina untuk tinggal di zona militer kecil.

Baca juga: Setelah Serang Pakistan, India Kini Gempur Habis-habisan Kaum Maois
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved