Pengangguran Pemuda China Meningkat, Sistem Pendidikan Jadi Sorotan

Rabu, 21 Mei 2025 - 10:36 WIB
loading...
A A A
Studi dari ScienceDirect mencatat bahwa pendidikan ideologis dan politik meresapi semua jenjang, sering kali dengan mengorbankan inovasi pedagogis dan kebebasan akademik.

Kendali negara atas media dan platform daring juga menjangkau ruang kelas, di mana buku teks dan materi pengajaran menghindari topik sensitif dan konten yang dianggap kontra-revolusioner.

Human Rights Watch mendokumentasikan kasus pelajar China di luar negeri yang melakukan sensor diri untuk menghindari pembalasan, menunjukkan bagaimana penindasan ini melampaui batas daratan dan menghambat pembelajaran lintas budaya.

Di dalam negeri, iklim ini mengikis kepercayaan terhadap penelitian ilmiah dan membuat akademisi berbakat enggan mengejar jalur riset yang tidak konvensional.

Siklus Pengangguran


Konsekuensi dari kekurangan sistemik dalam pendidikan ini terlihat dalam melambatnya inovasi. Dalam Indeks Inovasi Global 2024, China berada di peringkat antara ke-6 dan ke-12 secara global, tampil jauh lebih baik dalam output daripada input—menyoroti ketegangan antara ambisi riset dan keterampilan dasar tenaga kerjanya.

Investasi asing langsung juga menurun: arus masuk FDI merosot 13,7 persen pada 2023 dan turun lagi 29,1 persen pada 2024, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian regulasi dan pasar tenaga kerja yang tidak pasti.

Sementara itu, sektor properti—penggerak tradisional lapangan kerja—menghadapi perlambatan berkepanjangan, dengan volume penjualan dan pendapatan dari penjualan tanah pemerintah merosot tajam, semakin melemahkan penciptaan lapangan kerja.

Sistem pendidikan China berada di persimpangan jalan: mempertahankan kontrol ideologis yang ketat dan pendekatan berbasis ujian mungkin melindungi ortodoksi partai, tetapi menghambat keterampilan praktis dan semangat inovatif yang penting bagi pertumbuhan ekonomi generasi berikutnya.

Untuk menghindari “jebakan pendapatan menengah” dan mewujudkan ambisi kepemimpinan teknologi, Beijing harus beralih ke kurikulum yang menekankan pelatihan vokasi, pemikiran kritis, dan kebebasan akademik.

Ini membutuhkan pelonggaran kendala ideologis, investasi dalam pengembangan dosen, dan penguatan kemitraan antara akademisi dan industri. Tanpa reformasi semacam itu, China berisiko terus terjebak dalam siklus pengangguran lulusan dan inovasi yang terhambat, merusak kebangkitan ekonomi yang mereka dambakan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
AS Serang Abadan dan...
AS Serang Abadan dan Mahshahr di Iran Barat, Wilayah Perbatasan Jadi Sasaran
Trump Sebut Iran Sudah...
Trump Sebut Iran Sudah Tak Berdaya: Angkatan Laut dan Pemimpin Mereka Telah Tiada
Rekomendasi
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Air Mata Antonela dan...
Air Mata Antonela dan Messi Warnai Malam Bersejarah Argentina
Berita Terkini
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved