Pengangguran Pemuda China Meningkat, Sistem Pendidikan Jadi Sorotan

Rabu, 21 Mei 2025 - 10:36 WIB
loading...
Pengangguran Pemuda...
Pengangguran pemuda China meningkat, sistem pendidikannya menjadi sorotan. Foto/Yoshiko Kawano via Nikkei Asia
A A A
JAKARTA - Agenda pertumbuhan ekonomi ambisius China menghadapi hambatan krusial terkait sumber daya manusia. Keterampilan dan pola pikir para pekerja di China dibentuk oleh sistem pendidikan yang sangat terpusat dan ideologis, yang cenderung mengecilkan kemampuan praktis serta kreatif.

Meski telah terjadi ekspansi besar-besaran dalam pendaftaran universitas selama beberapa dekade terakhir, lulusan pendidikan tinggi China kerap kekurangan kompetensi vokasional dan keterampilan berpikir kritis yang penting bagi inovasi dan kewirausahaan.

Mengutip dari Hamrakura, Rabu (21/5/2025), ketidaksesuaian ini telah berkontribusi terhadap krisis pengangguran kaum muda yang sangat dikecilkan angkanya oleh data-data resmi pemerintah China, dengan tingkat pengangguran riil untuk kelompok usia 16 hingga 24 tahun diperkirakan mencapai 46,5 persen.

Baca Juga: China Sembunyikan Data Pengangguran Kaum Mudanya, Ada Apa?

Di saat yang sama, kelebihan pendaftaran di institusi berkualitas rendah di China telah menghasilkan kelebihan lulusan yang kurang siap menghadapi tuntutan pasar, semakin melemahkan prospek dinamisme ekonomi berkelanjutan.

Data resmi menunjukkan bahwa tingkat pengangguran pemuda perkotaan China untuk usia 16 hingga 24 tahun memuncak pada angka 21,3 persen pada Juni 2023, sebelum data tersebut dihentikan dan dikalibrasi ulang dengan mengecualikan populasi mahasiswa.

Namun, Profesor Zhang Dandan dari Universitas Peking, berpendapat bahwa jika semua pemuda yang menganggur diperhitungkan, tingkatnya bisa mencapai 46,5 persen pada Maret 2023.

Bahkan setelah perubahan metodologi, perkiraan dari lembaga pemikir dan agen tenaga kerja di kota besar seperti Shenzhen menunjukkan bahwa kurang dari 30 persen lulusan baru mendapatkan pekerjaan sebelum lulus.

Persaingan ketat untuk pekerjaan bergengsi di sektor pegawai negeri—dengan sebanyak 65 pelamar untuk setiap posisi—menunjukkan tingkat keputusasaan yang mendorong banyak anak muda menjauh dari jalur teknis atau kewirausahaan.

Meski terjadi kekurangan keterampilan akut di sektor manufaktur, teknologi, dan jasa, pemuda China secara mayoritas tetap lebih memilih peran di pemerintahan dan perusahaan milik negara ketimbang jalur vokasional.

Ledakan Jumlah Lulusan


Sebuah survei Universitas Stanford menemukan bahwa 64 persen lulusan menargetkan pekerjaan di sektor negara, meninggalkan perguruan vokasi kekurangan peminat meskipun industri sangat membutuhkan teknisi.

Baca Juga: 10 Tanda Mengkhawatirkan Meningkatnya Kemiskinan di China
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Langkah Membumi 2026...
Langkah Membumi 2026 Dimulai, Hadirkan Program Sustainability yang Lebih Pop untuk Anak Muda
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Berita Terkini
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved